SHADOW

Published 02/01/2012 by pud926

AUTHOR : Minri Joon

Disclaimer : Super Junior © SM Ent

Han Soo Hae , Lee Ki Eun, Joon Minri, Kim Nara © ME

Pairing : Kim Kibum x Han Soo Hae

Summary : Cinta itu indah, tapi beda denganku, aku sakit karenanya dan aku tidak bisa mencapai cinta itu. Semua bukan ini keinginanku…

Namaku Kim Kibum, Agustus tanggal 21 adalah kelahiranku. Saat ini aku duduk dibangku SMA dan ini adalah tahun terakhirku di Param High School.

Saat ini aku sedang menunggu seseorang yang berjanji akan berkencan denganku. Kencan? Yah aku menyukainya, sangat menyukainya sejak pertemuan kami 2 bulan yang lalu di halte ini. Dia Han Soo Hae, gadis itu berhasil membuat perhatianku hanya tertuju padanya seorang.

“Dia tidak cantik” kata itulah yang keluar dari bibirku setiap sahabatku bertanya-tanya mengenai Soo Hae.

“Oppa” dia menyapaku penuh ramah. Dress putih selutut ditambah rambutnya yang ikal sebahu dibiarkan terurai dengan sedikit hiasan bandana dikepalanya berhasil membuat ku tak henti-hentinya menatapnya.

“Waeyo? Ada yang salah dengan yang ku kenakan ya?” sepertinya tatapanku berhasil membuatnya malu.

“Aniyo, kau sangat manis hari ini Soo Hae” dia hanya tersenyum malu mendengar komentarku.

Sama hal nya denganku, dia juga duduk duduk di tingkat terakhit di Param High School.

Soo Hae sesosok gadis yang pendiam di depannya, tapi saat ku lebih mengenalnya dia adlah sesosok gadis yang aku impikan. Walaupun aku dekat dengannya dia masih saja tertutup denganku, contohnya saja kelas. Sampai sekarangpun aku tidak tau dia berada dikelas mana di sekolah.

“Kau itu kan popular disekolah, aku tidak suka disorot murid lain” itu alasan yang selalu dia katakan setiap aku bertanya-tanya tentang kelasnya.

Ini kencan pertamaku dengannya, ini hal yang sangat jarang terjadi bagiku. Ya, biasanya selalu aku yang diajak pergi berkencan, tapi ini dengan penuh keberanian aku baru bisa mengajaknya kencan sekarang. Aku mengajaknya pergi ke taman ria. Setelah sedikit puas bermain dan berkeliling kami memilih untuk duduk dibangku taman yang tak jauh dari café.

“Tunggulah sini sebentar, aku beli minuman dulu” Soo hae hanya tersenyum ramah mendengar inisiatifku untuk membeli minuman.

“Yak Kibum” ku dengar seseorang memanggil namaku dan menepuk punggungku. Dia Donghae, sslah satu sahabatku di sekolah. “Kau pergi kencan disini ya?” tanyanya lagi begitu melihat pelayan memberikanku 2 gelas minuman milkshake.

Aku hanya tersenyum mendengar tebakannya “kau sendiri sedang apa disini?” Sama denganku dia juga tersenyum mendengar pertanyaanku.

“kau tahu lah, lagi-lagi fans dari sekolah kita mengajakku berkencan. Ngomong-ngomong dia mana?” tanya nya lagi yang tahu aku sedang pergi dengan Soo hae.

“Dia disana” masih bisa ku lihat dia duduk dibangku tempat kami duduk tadi.

“mana?” lagi-lagi Donghae bertanya padaku

“Dia disana” kataku seraya menunjuk kearah bangku yang kumaksud, tapi hasilnya nihil. Orang yang ku maksud malah tidak ada di sana “mungkin dia ke toilet”tebakku.

“oh, ne arraseo. Kibum sudah dulu ya sepertinya kita cerita besok saja saat dikelas, lagipula fansku sudah lama menunggu” katanya seraya menoleh kearah bangku café yang disana tengah duduk seorang gadis yang seingatku namanya Lee Ki eun.

“ne. annyong” kataku lalu dia pergi ke tempat gadis itu dan aku memilih untuk mencari Soo hae yang menghilang dari pandanganku.

“Oppa disini” katanya sedikit teriak dibalik pohon begitu aku mencari-cari sosoknya disekitar bangku

“kenapa kau sembunyi “ tanyaku yang heran melihat sifatnya yang satu ini, selalu tertutup.

“Hanya tidak ingin bertemu dengan Donghae” jelasnya dan aku mengerti maksudnya

Ya, Sangking tertutupnya Soo hae sampai-sampai dia tidak ingin semua sahabatku mengetahui namanya bahkan kalau aku ajak dia menemui sahabat-sahabatku dia memilih untuk tidak ikut.

“Mianhae” katanya lagi.

“Gwenchana” kataku lalu aku menyodorkan milkshake vanila kesukaan kami berdua.

Tidak peduli apa kata sahabat-sahabatku yang terus mengomel padaku karna aku tidak ingin mengenali Soo hae pada mereka. Yang ku pedulikan saat ini adalah Soohae. Ya aku benar-benar dibuat gila olehnya. Sifatnya yang tertutup, pendiam dan Lucu itu selalu saja menghantui pikiranku.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-

“Yak Kibum kau kemana saja kemarin?” baru saja aku masuk kelas Eunhyuk yang tengah mengobrol dengan Sungmin langsung mengintrogasiku. “kau lupa ya kemarinkan kita ada latihan dari pagi” lanjutnya.

Astaga, aku benar-benar lupa memberitahu mereka. Donghae tentu saja sudah bilang pada mereka kalau kemarin dia ada kencan, tapi aku, sama sekali tidak memberitahu, bahkan ponsel saja aku sengaja matikan.

“Mian, aku lupa” kataku singkat seraya duduk dibangkuku yang berada di tepat di samping jendela yang menghadap taman arena dalam sekolah.

“kau itu seenaknya saja, sebenarnya kau niat ikut lomba tidak sih?” eunhyuk masih belum bisa menerima penjelasanku.

Yah, Aku, Eunhyuk, Donghae, dan Sungmin tergabung memilih membuat sebuah grup dance dan akhir pekan esok kami akan mengikuti lomba battle dance tingkat high school. Eunhyuk yang kami juluki machine dance tentu saja mengomeli aku yang tidak hadir tanpa kabar ini, lagipula kami menunjuknya sebagai leader.

“Sebagai gantinya karna kau dan Donghae tidak hadir” Kini bukan cuma aku yang kena omel, melainkan Donghae yang baru saja duduk disampingku pun juga tak luput dari emosi Eunhyuk. “Pulang sekolah ini kita latihan sampai malam”

“Yak, Eunhyuk” Donghae sepertinya tidak setuju dengan keputusan Eunhyuk “yang benar saja, aku sudah janji dengan Ki eun ke toko kaset sepulang sekolah nanti.”

“Aku tetap tidak peduli apa alasan kalian sekarang. Kalau kalian serius ingin ikut lomba ini kalian harus tetap fokus” katanya yang muali naik pitam.

Aku malas meladeni Eunhyuk kalau dalam hal ini. Yah, selain dia jago dance sifat nya yang selalu memikirkan gerakan dance itu membuatku tidak berminat berdebat dengannya, Sungmin mungkin sama halnya denganku tapi tidak dengan Donghae. Sampai bel istirahat pun mereka masih membicarakan hal sama sebelum bel masuk tadi.

‘Soohae’ gumanku yang melihatnya tengah berdiri bersandar disalah satu pohon di taman dalam sekolah.

Aku memilih menghampirinya. Entah kenapa pikiranku lebih tenang kalau aku sedang bersama Soohae.

“Sedang apa?” tanyaku saat melihatnya terus melihat kearah kelasku, lebih tepatnya jendela tempat aku duduk.

“Ku rasa kau membutuhkanku” tebaknya dan hal ini berhasil membuat aku tersenyum

Aku benar-benar menyukainya, selain sifatnya, Soohae juga selalu datang tepat saat aku membutuhkannya. Ingin rasanya aku mengungkapkan perasaanku ini. Tapi berat rasanya mengeluarkan kata itu dari bibirku.

Kami memilih duduk dan bercerita di baklon atas sekolah. Tempat ini memang jarang di masuki murid sekolah, mungkin karena kondisi disini sedikit tidak terawat. Tapi disini lah kami bebas, dan disini pulalah kami bisa cerita sepuasnya tanpa ada gangguan.

=-=-=-=-=-=-=-

Jam 9.30pm kami selesai latihan di studio mini milik kakaknya Eunhyuk. Hanya rumahku yang berbeda arah dengan mereka semua. Jadi mau tidak mau aku harus berjalan sendirian sampai rumah nanti.

“Oppa” ternyata Soohae menungguku dibalik persimpangan yang baru aku lewati.

“Soohae” mungkin kini dia melihat sebuah senyuman diwajahku. “Sedang apa kau disini? Kau menungguku?”

“Aniyo. Aku baru pulang dari supermarket, aku hanya ingin pastikan oppa sudah pulang apa belum”

“Kau itu, tidak bagus seorang gadis keluar malam. Kau aku antar pulang ya?” tawarku tapi dia menolak dan pamit pulang.

Aku terus melihatnya berjalan makin jauh dariku. Dan tiba-tiba seseorang menepuk punggungku dan berhasil membuatku kaget.

“yak kau Sungmin, mengagetkanku saja” ku lihat orang itu adalah Sungmin, Sahabatku sendiri

“Haha, Mian Kibum-ah. Habisnya kau aku panggil tidak dengar-dengar”

“Panggil? Waeyo?”

“Kau lupa ponselmu Babo” katanya seraya menyodorkan ponselku “Ngomong-ngomong kau bicara dengan siapa tadi?”

“oh itu Soohae, kau ingatkan tentang gadis yang aku ceriakan dulu”

“Heeh, tapi mana dia?” sungmin menoleh kearah Soohae berjalan tadi.

Sama halnya seperti saat bersama Donghae, lagi-lagi aku kelihangan jejaknya.

“Kau itu aneh. Jangan-jangan Soohae itu sebenarnya tidak ada” komentarnya yang berhasil membuat kami terdiam sejenak. “sudah ya, aku mau pulang dulu. Kau itu menyusahkanku saja” keluhnya lalu memasang earphone yang tergantung dilehernya dan pergi meninggalkanku.

==-=-=-=-=-=-=-=-=–=–=–=-=-=-=-=

Aku masih terbanyang dengan kata-kata Sungmin kemarin lusa. ‘Jangan-jangan Soohae itu sebenarnya tidak ada’

“Hhah,,mustahil” pikirku dalam benak.

Semenjak malam itu aku tidak pernah lagi melihatnya. Kucari diseluruh sekolah pun tidak ku lihat wajahnya itu.

“Soohae, kenapa kau menghilang? Apa salahku sampai-sampai kau menghilang dari hidupku” tanyaku dalam diri sendiri.

“Yak Kibum, kau dengar tidak sih?” ntah untuk keberapakalinya Eunhyuk, Donghae dan Sungmin memanggilku tapi aku tetap tidak mempedulikannya.

“Waeyo?” kataku tidak peduli dengan kemarahan mereka padaku.

“Seriuslah sedikit, besok kita akan tanding?” Ne, setidaknya pertandingan ini bisa sedikit mengalihkan pikiranku akan Soohae, aku benar-benar dibuat gila olehnya.

‘Soohae, besok aku akan tanding di ——-, datang dan lihatlah aku kalau kau bersedia’

Kalau memang benar dia marah padaku pasti dia tidak akan datang.

Tapi ternyata……………………………………………………….

———————————————

Kami menang, yah orang yang ingin aku beritahu adalah dia, Han Soohae. Tanpa bantuannya mungkin aku tidak akan bisa melakukan dance dengan baik. Tapi dia, dia datang saat aku tampil dan kembali hilang dari pandanganku begitu aku selesai tampil. Lagipula sudah lama aku tidak melihatnya, jadi kuputuskan untuk melihanya di balkon atas gedung. Semoga dia ada disana.

“kau sedang apa disini?” Donghae bertanya dengan nada khawatir ditambah Sungmin dan Eunhyuk melihatku dengan tatapan khawatir.

“kau mencari siapa?” kali ini Eunhyuk yang mengintrogasiku

“Aku mencari ….”

“Soohae?” Sungmin melanjutkan kata-kataku “Tidak ada yang bernama Han Soohae di sekolah ini” lanjutnya

“Kau Babo, tentu saja tidak ada yang kenal Soohae, dia itu sangat tertutup orangnya. Kalau pun kau tanya seluruh sekolah tidak ada yang mengetahuinya” kataku dengan nada meremehkan.

“Kibum..gwenchana?” lagi-lagi Donghae tampak mengkhawatirkanku.

“Kau tidak percaya kata-kataku ya?” Sungmin benar-benar tidak terima aku tuduh pembohong.

“Mianhae” kali ini eunhyuk ikut bicara dan mengeluarkan buku note ku dari balik punggungnya

“Mau apa kau dengan buku Note ku?”

“Kami membacanya, Kami membaca semua yang kau tulis dan….”penjelasannya terputus karna dia menoleh ke arah Sungmin dan Donghae.

“kau yakin Soohae yang kau maksud itu sekolah disini?” kini Donghae yang kembali bertanya padaku

“kalian itu kenapa mengintrogasiku seperti ini?” aku benar-benar heran dengan sifat mereka saat ini. Apa mereka benar-benar penasaran dengan Soohae sampai-sampai mereka membaca note ku. “Jadi kalian semua tidak percaya dia bersekolah disini?” aku menatap mereka satu per satu, tapi tidak ada yang mau mulai lebih dulu.

“Dia tidak ada” Sungmin melempariku sebuah amplop coklat ke arahku.

Aku melihat isi di dalam nya. Ada foto disana, hanya aku seorang. Bahkan aku ingat salah satu gambar di foto itu saat aku sedang bersama Soohae, tapi mana dia, apa mereka memanipulasi foto ini?

“Kami mengikutimu sejak  sebulan yang lalu” kini Eunhyuk yang bicara lagi

“Dia tidak ada, Han Soo Hae dia ….…” lanjut Donghae

Author POV

1 Bulan yang lalu..

“Dia mau kemana?” Eunhyuk menoleh pada 2 sahabatnya begitu melihat Kibum sedang duduk seorang diri di halte yang bisa dibilang jarang di datangi orang.

“Paling sedang menunggu gadis itu” tebak Sungmin

“Heh,,apa kalian tidak penasaran dengan gadis yang dia maksud itu?” Donghae mulai tampak antusias dengan yang dilakukan Kibum Saat ini. “Bagaimana kalu kita mengikutinya?” usul Donghae.

(1 jam kemudian)

“Tidak ada yang datang” Eunhyuk benar-benar sudah bosan mengamati Kibum dari jauh.

“Kibum….” guman Sungmin tapi cukup bisa didengar Donghae dan Eunhyuk. “Kalian lihat lah ini” entah sejak kapan Sungmin ternyata merekam Kibum sedari tadi.

“Kibum…”Donghae tampak tak percaya dengan apa yang dilihatnya

“dia bicara dengan siapa?” lanjut Eunhyuk berkomentar.

“Dia…” Donghae tampak ragu mengatakannya “Apa gadis yang dia bicarakan itu hanya khayalannya semata?” lanjutnya.

“Kita harus memberitahukannya” usul Eunhyuk

“Andwae” cegah Sungmin “lebih baik kita selidiki dan kita tunjukkan bukti padanya” saran Sungmin, Donghae dan Eunhyuk setuju untuk tidak langsung memberitahukan Kibum lebih dulu.

1 Bulan kemudian

“yak Hyukie tidak bisa kah kita membatalkan latihan hari ini?” Donghae lagi-lagi membicarakan masalah latihan mendadak yang Eunhyuk jadwalkan kari ini, padahal dia sudah ada janji dengan Ki eun, gadis yang tengah dia dekati saat ini.

“Aniyo, salah sendiri kenapa kau tidak datang kemaren” Eunhyuk tetap pada keputusannya.

“Kibum-ah kau mau kemana?” tanya Sungmin yang melihat Kibum keluar kelas dan sama sekali tidak menanggapi panggilan Sungmin

“Eh, ngomong-ngomong kemarin aku melihat Kibum di taman ria” begitu mendengar nama Kibum Donghae langsung teringat dengan kejadian saat dia bertemu dengan Kibum kemarin.

“Dia mau apa disana?” guman Sungmin saat melihat Kibum yang tengah berdiri di pohon taman menatap kelasnya yang berada di lantai dua.

“Cukup sudah aku sudah muak melihatnya”

“Kau mau apa?” Sungmin bisa menebak gerak-gerik Eunhyuk yang mencari sesuatu dari dalam tasnya.

“aku sudah muak dengan semua ini” katanya lalu berhasil mengeluarkan sebuah amplop coklat dari dlm tasnya. “Aku hanya ingin dia focus dengan lomba kita” jelasnya

“Lebih baik jangan sekarang” Donghae menahan lengan Eunhyuk yang hendak pergi meyusul Kibum. “Lebih baik kita mengatakannya setelah selesai bertanding” lanjutnya

“Ku pikir ada benarnya juga Donghae, lagipula ku lihat Kibum masih tetap fokus dengan lomba ini” bujuk Sungmin juga.

“Baiklah” pasrah, itulah yang tergambar dari raut wajah Eunhyuk saat ini.

“Sebenarnya apa yang terjadi dengan Kibum?, kita tidak boleh membiarkannya begini”. sebagai teman dekatnya

Donghae bertanya-tanya sendiri apa yang sebenarnya terjadi dengan Kibum.

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

“Hari ini siapa yang akan mengikutinya?” tanya Sungmin saat mereka sedang istirahat sejenak setelah 3 jam latihan dance, tentu saja mereka bisik-bisik agar Kibum tidak mendengarnya.

“kau sajalah, aku tidak bisa.” Donghae menunjuk Eunhyuk, tapi Eunhyuk…..

“Andwe,,aku tidak bisa. Aku akan bantu kakakku mengajar dance selesai ini.” Jelasnya “kau saja lah Minnie” menatap Sungmin penuh harap

“Aiisss,, kalian memang lah ya” keluhnya lalu melihat Kibum keluar entah kemana “Yak kau mau apa?” tanpa aba-aba Eunhyuk lalu membongkar isi tas Eunhyuk dan mengambil sebuah Note dan juga ponsel Kibum yang tergeletak tak jauh dari tasnya.

“Ini, pakailah ini untuk alasanmu” seraya memberikan ponsel KIbum pada Sungmin

“lalu Note itu? Mau kau apakan?” sama halnya dengan Sungmin Donghae pun juga heran mau apa eunhyuk dengan Note Kibum

“Soohae, apa kalian tidak penasaran dengan wajahnya dimata Kibum?”

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

“Yak Kibum, kau dengar tidak sih?” ntah untuk keberapakalinya Eunhyuk memanggil Kibum tapi hasilnya nihil, dia sedang asik melamun, dan tebakan mereka pasti dia sedang asik memikirkan Soohae.

“Waeyo?” dengan sedikit nada tidak bersalah Kibum kembali bertanya pada mereka bertiga.

“Seriuslah sedikit, besok kita akan tanding?” dengan emosi yang ditahan Sungmin mencoba bersikap biasa pada Kibum

“Ne, Mianhae” masih dengan nada cueknya lalu Kibum kembali asik dengan ponselnya.

Eunhyuk, Sungmin dan DOnghae benar-benar tampak mengkhawatirkan sahabat mereka ini.

‘Imaginer friends’ benar-benar membuat sahabat mereka ini tampak gila didepan mereka.

“Kibum-ssi” Donghae memanggil Kibum tapi kali ini Kibum langsung menoleh ka arahnya. “Kenapa kau tidak suruh Soohae menonton mu saja” usulnya.

————————————————

“Wish we Luck” bisik Eunhyuk saat mereka sedang menunggu nama grup mereka dipanggil.

……………………………

‘ Sial Kibum kau dance sangat berantakan ‘ pikir Eunhyuk dibenaknya.

“Kibum, seriuslah” bisik Eunhyuk saat posisi mereka tengah bersama-sama

“Mian” Kibum hanya memasang raut bersalah dan sedihnya.

“Soohae, mungkin saat ini dia sedang melihatmu” bisik Donghae saat mereka hendak perpindah posisi

Tak lama setelah itu tampak Sebuah senyuman tersungging di wajah Kibum. Bukannya senang melihat Dance Kibum yang sempurna, Donghae malah tambah merasa bersalah mengatakan sesuatu tentang Soohae.

“Cukup, besok kita akan mengatakan yang sebenarnya padanya” Kini Sungmin yang tidak tahan melihat ke anehan Kibum.

———————————————————-

“kau sedang apa disini?” Donghae bertanya dengan nada khawatir saat mereka bertiga menyusul Kibum menuju balkon atap gedung sekolah.

“kau mencari siapa?” kali ini Eunhyuk yang bertanya dengan nada khawatir

“Aku mencari ….” belum selesai Kibum bicara SUngmin langsung memotong kata-kata Kibum.

“Soohae?” tebak Sungmin “kau tahu, tidak ada yang bernama Han Soohae di sekolah ini” lanjutnya

“Babo(bodoh), tentu saja tidak ada yang kenal Soohae, dia itu sangat tertutup orangnya. Kalau pun kau tanya seluruh sekolah tidak ada yang mengetahuinya” Kibum mengatakannya dengan nada meremehkan.

“Kibum..gwenchana?” lagi-lagi Donghae tampak khawatir dengan sahabatnya itu.

“Kau tidak percaya kata-kataku ya?” Sungmin tidak tahan lagi dengan tingkah Kibum.

“Mianhae” kali ini Eunhyuk bicara lalu mengeluarkan buku note kIibum dari balik punggungnya

“Mau apa kau dengan buku Note ku?”

“Kami membacanya, Kami membaca semua yang kau tulis dan….”penjelasannya terputus karna dia menoleh ke arah Sungmin dan Donghae.

“kau yakin Soohae yang kau maksud itu sekolah disini?” kini Donghae yang kembali bertanya pada kibum.

“kalian itu kenapa mengintrogasiku seperti ini?” Kibum tanpak heran dengan sifat sahabat-sahabatnya yang berubah menjadi aneh ini. “Jadi kalian semua tidak percaya dia bersekolah disini?” lanjutnya seraya menatap satu per satu sahabatnya, tapi tidak ada yang mau mulai lebih dulu.

“Dia tidak ada” Sungmin melempari Kibum sebuah amplop coklat.

Tanpa bertanya-tanya lagi Kibum langsung melihat foto yang ada didalamnya.

Fotonya seorang, foto saat dia sedang menunggu Soohae sepulang sekolah, menunggu Soohae saat kencan pertama mereka minggu lalu. Semua foto-foto saat Kibum tersenyum seorang diri.

“Kami mengikutimu” Sungmin mulai bicara lagi

“kami mengikutimu sejak sebulan yang lalu” kini Eunhyuk yang bicara lagi

“Dia tidak ada, Han Soo Hae dia ….…” lanjut Donghae

“Bohong, kalian pasti memanipulasi foto-foto ini kan” Tampak ketidakpercayaan dari wajah Kibum

“Aniyo(tidak), mana mungkin kami mau membohongi sahabat kami sendiri.

“Tidak, kalian pasti bohong, pasti kalian yang menedit foto-foto ini” lagi-lagi Kibum tidak percaya dengan cerita yang disampaikan Sungmin, Eunhyuk dan Donghae.

“AAAAAAAAAARRRRRGGHHHHHHHHHHHHHH…………………………………………………..” Kibum teriak sekencang-kencangnya, melampiaskan semua gundah yang ada dibenaknya.

“kami bersamamu Kibum” tanpa aba-aba Donghae langsung memeluk Kibum disusul Sungmin dan Eunhyuk yang merasa kasihan melihat Kibum.

==========================================

2 pekan sudah berlalu sejak insiden di balkon atas gedung sekolah. Donghae, Sungmin dan Eunhyuk tak pernah lagi melihat keanehan yang tampak dari Kibum. Mereka juga lebih sering pulang dan pergi bersama. Kemana pun dan dimana pun mereka selalu bersama.

“Hhuh enak nya kalian” komentar Kibum saat seraya memandang sahabat2nya 1per1.

“Mianhae” Sungmin meringis seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Ayolah Kibum, dukunglah kami ini yang sedang kasmaran” Tambah Eunhyuk.

“ne, nanti kami akan mencarikan untukmu, jadi kau kan tidak perlu pulang sendiri lagi seperti sekarang” tambah Donghae dengan semangat yang membara.

“ne,ne” Kibum hanya bisa pasrah “Kali ini kalian boleh saja ingkar janji, tapi lain kali lihat saja” tambah Kibum.

“Gumawo Kibum-ah, kalau aku dengan Minri sukses aku akan mentraktirmu” tampak sebuah senyuman dibalik wajah Sungmin.

“ne,,ne. Sudah ya, aku mau mampir ke toko buku dulu” komentarnya yang tidak bisa berkata-kata apa lagi pada semua sahabatnya yang sedang kasmaran ini. “Annyong” Kibum lalu pergi dan melambaikan tangan kanannya seraya membalikkan badannya dan pergi menjauh dari Donghae, Sungmin dan Eunhyuk.

———————————-

“Huuuh,,kenapa lama sekali komik seri ini keluar” komentarnya saat sedang berjalan pulang menuju rumahnya

“Oppa…..” tiba-tiba suara seorang gadir berhasil mengalihkan perhatian Kibum.

“…………………………………………………..” Kibum diam seribu bahasa memandang gadis itu.

Han Soohae, kini muncul lagi di hadapannya.

Namaku Kim Kibum, Agustus tanggal 21 adalah kelahiranku. Saat ini aku duduk dibangku SMA dan ini adalah tahun terakhirku di Param High School.

Saat ini aku sedang menunggu seseorang yang berjanji akan berkencan denganku. Kencan? Yah aku menyukainya, sangat menyukainya sejak pertemuan kami 2 bulan yang lalu di halte ini. Dia Han Soo Hae, gadis itu berhasil membuat perhatianku hanya tertuju padanya seorang.

“Dia tidak cantik” kata itulah yang keluar dari bibirku setiap sahabatku bertanya-tanya mengenai Soo Hae.

“Oppa” dia menyapaku penuh ramah. Dress putih selutut ditambah rambutnya yang ikal sebahu dibiarkan terurai dengan sedikit hiasan bandana dikepalanya berhasil membuat ku tak henti-hentinya menatapnya.

“Waeyo? Ada yang salah dengan yang ku kenakan ya?” sepertinya tatapanku berhasil membuatnya malu.

“Aniyo, kau sangat manis hari ini Soo Hae” dia hanya tersenyum malu mendengar komentarku.

Sama hal nya denganku, dia juga duduk duduk di tingkat terakhit di Param High School.

Soo Hae sesosok gadis yang pendiam di depannya, tapi saat ku lebih mengenalnya dia adlah sesosok gadis yang aku impikan. Walaupun aku dekat dengannya dia masih saja tertutup denganku, contohnya saja kelas. Sampai sekarangpun aku tidak tau dia berada dikelas mana di sekolah.

“Kau itu kan popular disekolah, aku tidak suka disorot murid lain” itu alasan yang selalu dia katakan setiap aku bertanya-tanya tentang kelasnya.

Ini kencan pertamaku dengannya, ini hal yang sangat jarang terjadi bagiku. Ya, biasanya selalu aku yang diajak pergi berkencan, tapi ini dengan penuh keberanian aku baru bisa mengajaknya kencan sekarang. Aku mengajaknya pergi ke taman ria. Setelah sedikit puas bermain dan berkeliling kami memilih untuk duduk dibangku taman yang tak jauh dari café.

“Tunggulah sini sebentar, aku beli minuman dulu” Soo hae hanya tersenyum ramah mendengar inisiatifku untuk membeli minuman.

“Yak Kibum” ku dengar seseorang memanggil namaku dan menepuk punggungku. Dia Donghae, sslah satu sahabatku di sekolah. “Kau pergi kencan disini ya?” tanyanya lagi begitu melihat pelayan memberikanku 2 gelas minuman milkshake.

Aku hanya tersenyum mendengar tebakannya “kau sendiri sedang apa disini?” Sama denganku dia juga tersenyum mendengar pertanyaanku.

“kau tahu lah, lagi-lagi fans dari sekolah kita mengajakku berkencan. Ngomong-ngomong dia mana?” tanya nya lagi yang tahu aku sedang pergi dengan Soo hae.

“Dia disana” masih bisa ku lihat dia duduk dibangku tempat kami duduk tadi.

“mana?” lagi-lagi Donghae bertanya padaku

“Dia disana” kataku seraya menunjuk kearah bangku yang kumaksud, tapi hasilnya nihil. Orang yang ku maksud malah tidak ada di sana “mungkin dia ke toilet”tebakku.

“oh, ne arraseo. Kibum sudah dulu ya sepertinya kita cerita besok saja saat dikelas, lagipula fansku sudah lama menunggu” katanya seraya menoleh kearah bangku café yang disana tengah duduk seorang gadis yang seingatku namanya Lee Ki eun.

“ne. annyong” kataku lalu dia pergi ke tempat gadis itu dan aku memilih untuk mencari Soo hae yang menghilang dari pandanganku.

“Oppa disini” katanya sedikit teriak dibalik pohon begitu aku mencari-cari sosoknya disekitar bangku

“kenapa kau sembunyi “ tanyaku yang heran melihat sifatnya yang satu ini, selalu tertutup.

“Hanya tidak ingin bertemu dengan Donghae” jelasnya dan aku mengerti maksudnya

Ya, Sangking tertutupnya Soo hae sampai-sampai dia tidak ingin semua sahabatku mengetahui namanya bahkan kalau aku ajak dia menemui sahabat-sahabatku dia memilih untuk tidak ikut.

“Mianhae” katanya lagi.

“Gwenchana” kataku lalu aku menyodorkan milkshake vanila kesukaan kami berdua.

Tidak peduli apa kata sahabat-sahabatku yang terus mengomel padaku karna aku tidak ingin mengenali Soo hae pada mereka. Yang ku pedulikan saat ini adalah Soohae. Ya aku benar-benar dibuat gila olehnya. Sifatnya yang tertutup, pendiam dan Lucu itu selalu saja menghantui pikiranku.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-

“Yak Kibum kau kemana saja kemarin?” baru saja aku masuk kelas Eunhyuk yang tengah mengobrol dengan Sungmin langsung mengintrogasiku. “kau lupa ya kemarinkan kita ada latihan dari pagi” lanjutnya.

Astaga, aku benar-benar lupa memberitahu mereka. Donghae tentu saja sudah bilang pada mereka kalau kemarin dia ada kencan, tapi aku, sama sekali tidak memberitahu, bahkan ponsel saja aku sengaja matikan.

“Mian, aku lupa” kataku singkat seraya duduk dibangkuku yang berada di tepat di samping jendela yang menghadap taman arena dalam sekolah.

“kau itu seenaknya saja, sebenarnya kau niat ikut lomba tidak sih?” eunhyuk masih belum bisa menerima penjelasanku.

Yah, Aku, Eunhyuk, Donghae, dan Sungmin tergabung memilih membuat sebuah grup dance dan akhir pekan esok kami akan mengikuti lomba battle dance tingkat high school. Eunhyuk yang kami juluki machine dance tentu saja mengomeli aku yang tidak hadir tanpa kabar ini, lagipula kami menunjuknya sebagai leader.

“Sebagai gantinya karna kau dan Donghae tidak hadir” Kini bukan cuma aku yang kena omel, melainkan Donghae yang baru saja duduk disampingku pun juga tak luput dari emosi Eunhyuk. “Pulang sekolah ini kita latihan sampai malam”

“Yak, Eunhyuk” Donghae sepertinya tidak setuju dengan keputusan Eunhyuk “yang benar saja, aku sudah janji dengan Ki eun ke toko kaset sepulang sekolah nanti.”

“Aku tetap tidak peduli apa alasan kalian sekarang. Kalau kalian serius ingin ikut lomba ini kalian harus tetap fokus” katanya yang muali naik pitam.

Aku malas meladeni Eunhyuk kalau dalam hal ini. Yah, selain dia jago dance sifat nya yang selalu memikirkan gerakan dance itu membuatku tidak berminat berdebat dengannya, Sungmin mungkin sama halnya denganku tapi tidak dengan Donghae. Sampai bel istirahat pun mereka masih membicarakan hal sama sebelum bel masuk tadi.

‘Soohae’ gumanku yang melihatnya tengah berdiri bersandar disalah satu pohon di taman dalam sekolah.

Aku memilih menghampirinya. Entah kenapa pikiranku lebih tenang kalau aku sedang bersama Soohae.

“Sedang apa?” tanyaku saat melihatnya terus melihat kearah kelasku, lebih tepatnya jendela tempat aku duduk.

“Ku rasa kau membutuhkanku” tebaknya dan hal ini berhasil membuat aku tersenyum

Aku benar-benar menyukainya, selain sifatnya, Soohae juga selalu datang tepat saat aku membutuhkannya. Ingin rasanya aku mengungkapkan perasaanku ini. Tapi berat rasanya mengeluarkan kata itu dari bibirku.

Kami memilih duduk dan bercerita di baklon atas sekolah. Tempat ini memang jarang di masuki murid sekolah, mungkin karena kondisi disini sedikit tidak terawat. Tapi disini lah kami bebas, dan disini pulalah kami bisa cerita sepuasnya tanpa ada gangguan.

=-=-=-=-=-=-=-

Jam 9.30pm kami selesai latihan di studio mini milik kakaknya Eunhyuk. Hanya rumahku yang berbeda arah dengan mereka semua. Jadi mau tidak mau aku harus berjalan sendirian sampai rumah nanti.

“Oppa” ternyata Soohae menungguku dibalik persimpangan yang baru aku lewati.

“Soohae” mungkin kini dia melihat sebuah senyuman diwajahku. “Sedang apa kau disini? Kau menungguku?”

“Aniyo. Aku baru pulang dari supermarket, aku hanya ingin pastikan oppa sudah pulang apa belum”

“Kau itu, tidak bagus seorang gadis keluar malam. Kau aku antar pulang ya?” tawarku tapi dia menolak dan pamit pulang.

Aku terus melihatnya berjalan makin jauh dariku. Dan tiba-tiba seseorang menepuk punggungku dan berhasil membuatku kaget.

“yak kau Sungmin, mengagetkanku saja” ku lihat orang itu adalah Sungmin, Sahabatku sendiri

“Haha, Mian Kibum-ah. Habisnya kau aku panggil tidak dengar-dengar”

“Panggil? Waeyo?”

“Kau lupa ponselmu Babo” katanya seraya menyodorkan ponselku “Ngomong-ngomong kau bicara dengan siapa tadi?”

“oh itu Soohae, kau ingatkan tentang gadis yang aku ceriakan dulu”

“Heeh, tapi mana dia?” sungmin menoleh kearah Soohae berjalan tadi.

Sama halnya seperti saat bersama Donghae, lagi-lagi aku kelihangan jejaknya.

“Kau itu aneh. Jangan-jangan Soohae itu sebenarnya tidak ada” komentarnya yang berhasil membuat kami terdiam sejenak. “sudah ya, aku mau pulang dulu. Kau itu menyusahkanku saja” keluhnya lalu memasang earphone yang tergantung dilehernya dan pergi meninggalkanku.

==-=-=-=-=-=-=-=-=–=–=–=-=-=-=-=

Aku masih terbanyang dengan kata-kata Sungmin kemarin lusa. ‘Jangan-jangan Soohae itu sebenarnya tidak ada’

“Hhah,,mustahil” pikirku dalam benak.

Semenjak malam itu aku tidak pernah lagi melihatnya. Kucari diseluruh sekolah pun tidak ku lihat wajahnya itu.

“Soohae, kenapa kau menghilang? Apa salahku sampai-sampai kau menghilang dari hidupku” tanyaku dalam diri sendiri.

“Yak Kibum, kau dengar tidak sih?” ntah untuk keberapakalinya Eunhyuk, Donghae dan Sungmin memanggilku tapi aku tetap tidak mempedulikannya.

“Waeyo?” kataku tidak peduli dengan kemarahan mereka padaku.

“Seriuslah sedikit, besok kita akan tanding?” Ne, setidaknya pertandingan ini bisa sedikit mengalihkan pikiranku akan Soohae, aku benar-benar dibuat gila olehnya.

‘Soohae, besok aku akan tanding di ——-, datang dan lihatlah aku kalau kau bersedia’

Kalau memang benar dia marah padaku pasti dia tidak akan datang.

Tapi ternyata……………………………………………………….

———————————————

Kami menang, yah orang yang ingin aku beritahu adalah dia, Han Soohae. Tanpa bantuannya mungkin aku tidak akan bisa melakukan dance dengan baik. Tapi dia, dia datang saat aku tampil dan kembali hilang dari pandanganku begitu aku selesai tampil. Lagipula sudah lama aku tidak melihatnya, jadi kuputuskan untuk melihanya di balkon atas gedung. Semoga dia ada disana.

“kau sedang apa disini?” Donghae bertanya dengan nada khawatir ditambah Sungmin dan Eunhyuk melihatku dengan tatapan khawatir.

“kau mencari siapa?” kali ini Eunhyuk yang mengintrogasiku

“Aku mencari ….”

“Soohae?” Sungmin melanjutkan kata-kataku “Tidak ada yang bernama Han Soohae di sekolah ini” lanjutnya

“Kau Babo, tentu saja tidak ada yang kenal Soohae, dia itu sangat tertutup orangnya. Kalau pun kau tanya seluruh sekolah tidak ada yang mengetahuinya” kataku dengan nada meremehkan.

“Kibum..gwenchana?” lagi-lagi Donghae tampak mengkhawatirkanku.

“Kau tidak percaya kata-kataku ya?” Sungmin benar-benar tidak terima aku tuduh pembohong.

“Mianhae” kali ini eunhyuk ikut bicara dan mengeluarkan buku note ku dari balik punggungnya

“Mau apa kau dengan buku Note ku?”

“Kami membacanya, Kami membaca semua yang kau tulis dan….”penjelasannya terputus karna dia menoleh ke arah Sungmin dan Donghae.

“kau yakin Soohae yang kau maksud itu sekolah disini?” kini Donghae yang kembali bertanya padaku

“kalian itu kenapa mengintrogasiku seperti ini?” aku benar-benar heran dengan sifat mereka saat ini. Apa mereka benar-benar penasaran dengan Soohae sampai-sampai mereka membaca note ku. “Jadi kalian semua tidak percaya dia bersekolah disini?” aku menatap mereka satu per satu, tapi tidak ada yang mau mulai lebih dulu.

“Dia tidak ada” Sungmin melempariku sebuah amplop coklat ke arahku.

Aku melihat isi di dalam nya. Ada foto disana, hanya aku seorang. Bahkan aku ingat salah satu gambar di foto itu saat aku sedang bersama Soohae, tapi mana dia, apa mereka memanipulasi foto ini?

“Kami mengikutimu sejak  sebulan yang lalu” kini Eunhyuk yang bicara lagi

“Dia tidak ada, Han Soo Hae dia ….…” lanjut Donghae

Author POV

1 Bulan yang lalu..

“Dia mau kemana?” Eunhyuk menoleh pada 2 sahabatnya begitu melihat Kibum sedang duduk seorang diri di halte yang bisa dibilang jarang di datangi orang.

“Paling sedang menunggu gadis itu” tebak Sungmin

“Heh,,apa kalian tidak penasaran dengan gadis yang dia maksud itu?” Donghae mulai tampak antusias dengan yang dilakukan Kibum Saat ini. “Bagaimana kalu kita mengikutinya?” usul Donghae.

(1 jam kemudian)

“Tidak ada yang datang” Eunhyuk benar-benar sudah bosan mengamati Kibum dari jauh.

“Kibum….” guman Sungmin tapi cukup bisa didengar Donghae dan Eunhyuk. “Kalian lihat lah ini” entah sejak kapan Sungmin ternyata merekam Kibum sedari tadi.

“Kibum…”Donghae tampak tak percaya dengan apa yang dilihatnya

“dia bicara dengan siapa?” lanjut Eunhyuk berkomentar.

“Dia…” Donghae tampak ragu mengatakannya “Apa gadis yang dia bicarakan itu hanya khayalannya semata?” lanjutnya.

“Kita harus memberitahukannya” usul Eunhyuk

“Andwae” cegah Sungmin “lebih baik kita selidiki dan kita tunjukkan bukti padanya” saran Sungmin, Donghae dan Eunhyuk setuju untuk tidak langsung memberitahukan Kibum lebih dulu.

1 Bulan kemudian

“yak Hyukie tidak bisa kah kita membatalkan latihan hari ini?” Donghae lagi-lagi membicarakan masalah latihan mendadak yang Eunhyuk jadwalkan kari ini, padahal dia sudah ada janji dengan Ki eun, gadis yang tengah dia dekati saat ini.

“Aniyo, salah sendiri kenapa kau tidak datang kemaren” Eunhyuk tetap pada keputusannya.

“Kibum-ah kau mau kemana?” tanya Sungmin yang melihat Kibum keluar kelas dan sama sekali tidak menanggapi panggilan Sungmin

“Eh, ngomong-ngomong kemarin aku melihat Kibum di taman ria” begitu mendengar nama Kibum Donghae langsung teringat dengan kejadian saat dia bertemu dengan Kibum kemarin.

“Dia mau apa disana?” guman Sungmin saat melihat Kibum yang tengah berdiri di pohon taman menatap kelasnya yang berada di lantai dua.

“Cukup sudah aku sudah muak melihatnya”

“Kau mau apa?” Sungmin bisa menebak gerak-gerik Eunhyuk yang mencari sesuatu dari dalam tasnya.

“aku sudah muak dengan semua ini” katanya lalu berhasil mengeluarkan sebuah amplop coklat dari dlm tasnya. “Aku hanya ingin dia focus dengan lomba kita” jelasnya

“Lebih baik jangan sekarang” Donghae menahan lengan Eunhyuk yang hendak pergi meyusul Kibum. “Lebih baik kita mengatakannya setelah selesai bertanding” lanjutnya

“Ku pikir ada benarnya juga Donghae, lagipula ku lihat Kibum masih tetap fokus dengan lomba ini” bujuk Sungmin juga.

“Baiklah” pasrah, itulah yang tergambar dari raut wajah Eunhyuk saat ini.

“Sebenarnya apa yang terjadi dengan Kibum?, kita tidak boleh membiarkannya begini”. sebagai teman dekatnya

Donghae bertanya-tanya sendiri apa yang sebenarnya terjadi dengan Kibum.

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

“Hari ini siapa yang akan mengikutinya?” tanya Sungmin saat mereka sedang istirahat sejenak setelah 3 jam latihan dance, tentu saja mereka bisik-bisik agar Kibum tidak mendengarnya.

“kau sajalah, aku tidak bisa.” Donghae menunjuk Eunhyuk, tapi Eunhyuk…..

“Andwe,,aku tidak bisa. Aku akan bantu kakakku mengajar dance selesai ini.” Jelasnya “kau saja lah Minnie” menatap Sungmin penuh harap

“Aiisss,, kalian memang lah ya” keluhnya lalu melihat Kibum keluar entah kemana “Yak kau mau apa?” tanpa aba-aba Eunhyuk lalu membongkar isi tas Eunhyuk dan mengambil sebuah Note dan juga ponsel Kibum yang tergeletak tak jauh dari tasnya.

“Ini, pakailah ini untuk alasanmu” seraya memberikan ponsel KIbum pada Sungmin

“lalu Note itu? Mau kau apakan?” sama halnya dengan Sungmin Donghae pun juga heran mau apa eunhyuk dengan Note Kibum

“Soohae, apa kalian tidak penasaran dengan wajahnya dimata Kibum?”

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

“Yak Kibum, kau dengar tidak sih?” ntah untuk keberapakalinya Eunhyuk memanggil Kibum tapi hasilnya nihil, dia sedang asik melamun, dan tebakan mereka pasti dia sedang asik memikirkan Soohae.

“Waeyo?” dengan sedikit nada tidak bersalah Kibum kembali bertanya pada mereka bertiga.

“Seriuslah sedikit, besok kita akan tanding?” dengan emosi yang ditahan Sungmin mencoba bersikap biasa pada Kibum

“Ne, Mianhae” masih dengan nada cueknya lalu Kibum kembali asik dengan ponselnya.

Eunhyuk, Sungmin dan DOnghae benar-benar tampak mengkhawatirkan sahabat mereka ini.

‘Imaginer friends’ benar-benar membuat sahabat mereka ini tampak gila didepan mereka.

“Kibum-ssi” Donghae memanggil Kibum tapi kali ini Kibum langsung menoleh ka arahnya. “Kenapa kau tidak suruh Soohae menonton mu saja” usulnya.

————————————————

“Wish we Luck” bisik Eunhyuk saat mereka sedang menunggu nama grup mereka dipanggil.

……………………………

‘ Sial Kibum kau dance sangat berantakan ‘ pikir Eunhyuk dibenaknya.

“Kibum, seriuslah” bisik Eunhyuk saat posisi mereka tengah bersama-sama

“Mian” Kibum hanya memasang raut bersalah dan sedihnya.

“Soohae, mungkin saat ini dia sedang melihatmu” bisik Donghae saat mereka hendak perpindah posisi

Tak lama setelah itu tampak Sebuah senyuman tersungging di wajah Kibum. Bukannya senang melihat Dance Kibum yang sempurna, Donghae malah tambah merasa bersalah mengatakan sesuatu tentang Soohae.

“Cukup, besok kita akan mengatakan yang sebenarnya padanya” Kini Sungmin yang tidak tahan melihat ke anehan Kibum.

———————————————————-

“kau sedang apa disini?” Donghae bertanya dengan nada khawatir saat mereka bertiga menyusul Kibum menuju balkon atap gedung sekolah.

“kau mencari siapa?” kali ini Eunhyuk yang bertanya dengan nada khawatir

“Aku mencari ….” belum selesai Kibum bicara SUngmin langsung memotong kata-kata Kibum.

“Soohae?” tebak Sungmin “kau tahu, tidak ada yang bernama Han Soohae di sekolah ini” lanjutnya

“Babo(bodoh), tentu saja tidak ada yang kenal Soohae, dia itu sangat tertutup orangnya. Kalau pun kau tanya seluruh sekolah tidak ada yang mengetahuinya” Kibum mengatakannya dengan nada meremehkan.

“Kibum..gwenchana?” lagi-lagi Donghae tampak khawatir dengan sahabatnya itu.

“Kau tidak percaya kata-kataku ya?” Sungmin tidak tahan lagi dengan tingkah Kibum.

“Mianhae” kali ini Eunhyuk bicara lalu mengeluarkan buku note kIibum dari balik punggungnya

“Mau apa kau dengan buku Note ku?”

“Kami membacanya, Kami membaca semua yang kau tulis dan….”penjelasannya terputus karna dia menoleh ke arah Sungmin dan Donghae.

“kau yakin Soohae yang kau maksud itu sekolah disini?” kini Donghae yang kembali bertanya pada kibum.

“kalian itu kenapa mengintrogasiku seperti ini?” Kibum tanpak heran dengan sifat sahabat-sahabatnya yang berubah menjadi aneh ini. “Jadi kalian semua tidak percaya dia bersekolah disini?” lanjutnya seraya menatap satu per satu sahabatnya, tapi tidak ada yang mau mulai lebih dulu.

“Dia tidak ada” Sungmin melempari Kibum sebuah amplop coklat.

Tanpa bertanya-tanya lagi Kibum langsung melihat foto yang ada didalamnya.

Fotonya seorang, foto saat dia sedang menunggu Soohae sepulang sekolah, menunggu Soohae saat kencan pertama mereka minggu lalu. Semua foto-foto saat Kibum tersenyum seorang diri.

“Kami mengikutimu” Sungmin mulai bicara lagi

“kami mengikutimu sejak sebulan yang lalu” kini Eunhyuk yang bicara lagi

“Dia tidak ada, Han Soo Hae dia ….…” lanjut Donghae

“Bohong, kalian pasti memanipulasi foto-foto ini kan” Tampak ketidakpercayaan dari wajah Kibum

“Aniyo(tidak), mana mungkin kami mau membohongi sahabat kami sendiri.

“Tidak, kalian pasti bohong, pasti kalian yang menedit foto-foto ini” lagi-lagi Kibum tidak percaya dengan cerita yang disampaikan Sungmin, Eunhyuk dan Donghae.

“AAAAAAAAAARRRRRGGHHHHHHHHHHHHHH…………………………………………………..” Kibum teriak sekencang-kencangnya, melampiaskan semua gundah yang ada dibenaknya.

“kami bersamamu Kibum” tanpa aba-aba Donghae langsung memeluk Kibum disusul Sungmin dan Eunhyuk yang merasa kasihan melihat Kibum.

==========================================

2 pekan sudah berlalu sejak insiden di balkon atas gedung sekolah. Donghae, Sungmin dan Eunhyuk tak pernah lagi melihat keanehan yang tampak dari Kibum. Mereka juga lebih sering pulang dan pergi bersama. Kemana pun dan dimana pun mereka selalu bersama.

“Hhuh enak nya kalian” komentar Kibum saat seraya memandang sahabat2nya 1per1.

“Mianhae” Sungmin meringis seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Ayolah Kibum, dukunglah kami ini yang sedang kasmaran” Tambah Eunhyuk.

“ne, nanti kami akan mencarikan untukmu, jadi kau kan tidak perlu pulang sendiri lagi seperti sekarang” tambah Donghae dengan semangat yang membara.

“ne,ne” Kibum hanya bisa pasrah “Kali ini kalian boleh saja ingkar janji, tapi lain kali lihat saja” tambah Kibum.

“Gumawo Kibum-ah, kalau aku dengan Minri sukses aku akan mentraktirmu” tampak sebuah senyuman dibalik wajah Sungmin.

“ne,,ne. Sudah ya, aku mau mampir ke toko buku dulu” komentarnya yang tidak bisa berkata-kata apa lagi pada semua sahabatnya yang sedang kasmaran ini. “Annyong” Kibum lalu pergi dan melambaikan tangan kanannya seraya membalikkan badannya dan pergi menjauh dari Donghae, Sungmin dan Eunhyuk.

———————————-

“Huuuh,,kenapa lama sekali komik seri ini keluar” komentarnya saat sedang berjalan pulang menuju rumahnya

“Oppa…..” tiba-tiba suara seorang gadir berhasil mengalihkan perhatian Kibum.

“…………………………………………………..” Kibum diam seribu bahasa memandang gadis itu.

Han Soohae, kini muncul lagi di hadapannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: