Love, don’t leave me alone !!

Published 06/03/2012 by pud926

Main Cast        : Lee Sungmin Super Junior, Joon Minri , Moon Jun Young ZE;A and other cast

Genre              : Love, Family and Friendship

Chapter           : 1 of …

Author             : Joon Minri a.k.a Febria Rizki Putri

Hilang, kini sosok gadis itu telah hilang dimakan kerumunan orang-orang dan tak lagi menunjukkan wajahnya. Lee Sungmin, pemuda itu tak henti-hentinya memandang kearah orang-orang yang  berlalu lalang dan pergi menjauhinya. Dengan harapan yang besar dia berharap untuk dapat melihat wajah gadis itu, gadis yang telah membuat hatinya luluh.

8 Bulan yang lalu

Cuaca yang bagus untuk akhir pecan kali ini, hal itu lah yang ada dipiran seorang lee Sungmin. Namjha 18 tahun yang sangat menyukai ‘PINK’ ini kini sudah berpakaian rapi lengkap dengan beberapa aksesoris pendukung bajunya yang bewarna pink. Pagi ini dia berencana mengunjungi toko langganannya, ada beberapa barang yang dipesannya minggu lalu.

“Annyong Ahjushi” sapanya begitu melihat pemilik toko yang dia masuki tengah asik mencari barang di rak lemari dibelakang kasir.

“Oh, Sungmin-ah,”seakan mengerti maksud kedatangan Sungmin dia kembali sibuk dengan kegiatannya semula. “Sebentar ya, aku lupa dimana meletakkanpesananmu”

“Ne, kalau begitu aku lihat-lihat sebentar” Sungmin memilih meninggalkan pemilik toko itu untuk mencari kotak pesanan miliknya.

Sepulang sekolah kemarin dia sempat singgah sebentar di toko ini, ada mainan hp yang dapat menarik perhatiannya. Sebuah gantungan kunci yang berbentuk kelinci ditambah lagi gantungan kunci itu bewarna pink.

“Untunglah” guman Sungmin yang tanpa sadar tengah tersenyum seakan penuh kemenangan, bagaimana tidak, barang yang dia maksud tengah terpajang manis dan hanya tinggal sepasang, sesuai dengan yang ingin dia beli.

Tanpa aba-aba tangannya kini tengah menyentuh tangan seorang yeoja yang ingin mengambil gantungan kunci itu juga. Sungmin sekilas meliring yeoja itu. ‘manis’ itu lah yang ada dipikiran Sungmin. Wajahnya yang manis ditambah dandanannya yang cukup simple dengan dress pink selutut dan rambutnya yang pendek sebahu digerai indah berhasil membuat Sungmin tertegun melihat penampilan yeoja itu.

“YAK !! ayo cepat lepaskan tanganmu”

“Hei, memangnya siapa kau seenaknya menyuruhku mengalah

“Aku adalah aku. Lagi pula ditanganmu sudah ada satu, apa masih kurang bagimu?”

“Kalau aku mau beli semuanya kenapa? Kau melarangnya?”

“Ne,” yeoja itu memandang Sungmin dengan tatapan ‘aneh’ “lagipula apa kau tidak salah?”

“Yak ! apa maksudmu?”

“Gayamu, benar-benar memuakkan untuk seorang namjha”

“YAK !! jaga kata-katamu”  Sungmin yang mulai naik darah pun tak mau kalah diam meladeni olokan yeoja ini, “Kau tidak pernah diajari sopan santun oleh ibumu ya? Seorang yeoja itu harusnya………”

“KAU !!” belum sempat Sungmin selesai dengan kalimatnya yeoja itu sudah menunjuk wajah Sungmin dengan jari telunjuknya, “JANGAN PERNAH LIBATKAN IBUKU DALAM HAL INI”

“ Sungmin-ah, barang pesananmu yang ini bukan?” tiba-tiba pemilik toko datang menghampiri Sungmin dan yeoja itu yang diliput dengan hawa panas membara, “kalian berdua kenapa?” melihat keadaan yang mencekam ini pemilik toko itu menyadari ada hal serius yang sedang terjadi disini.

“Sudahlah ambil saja untukmu” dengan nada kesal yeoja itu pergi dari hadapan Sungmin tapi dengan sigap paman pemilik toko itu menahan tangannya untuk pergi.

“Aku tidak akan membiarkan pelangganku keluar dengan perasaan kecewa” paman itu lalu mengambil gantungan kelinci yang jadi bahan pertengkaran mereka, “Ini ambillah ini, kurasa Sungmin tidak akan keberatan dengan hal ini” kata paman itu seraya menyodorkan barang yang dia maksud.

“Andwae Ahjushi, lebih baik anda memberikan ini padanya” dengan ramah yeoja itu menolak tawaran pemilik toko itu “Nae gwenchana Ahjushi, aku akan kembali lain kali, Annyong” yeoja itu menundukkan kepalanya lalu pergi meinggalkan Sungmin yang diliputi perasaan sedikit bersalah.

************************************

“Kalau menurutmu bagaimana? Tidak sepenuhnya kesalahanku bukan?” Sungmin menceritakan kejadian 2 hari yang lalu pada Eunhyuk, sepupu sekaligus sahabat baiknya di sekolah.

“Pabo” dengan entengnya Eunhyuk menjitak kepala Sungmin yang di topang oleh salah satu tangannya, “sudah tahu kau salah masih juga bertanya padaku” lanjut Eunhyuk tanpa merasa bersalah telah memukul kepala Sungmin.

“ yak, kan yeoja itu yang mulai duluan” Sungmin yang mulai naik pitam membalas pukulan Eunhyuk tadi.

“Paling tidak kau memberi satu pada gadis itu, lagi pula..” Eunhyuk terlihat lebih serius dibanding semula “dari kemarin aku selalu heran kenapa akhir2 ini setiap kau membeli sesuatu itu harus dua, satu saja belum tentu kau pakai, malah kau beli dua”

“Itu…” Sungmin sibuk memikirkan jawaban yang logis yang akan dia katakan pada Eunhyuk.

“Eh kalian tau tidak?” seorang namjha yang baru saja masuk ke dalam kelas langsung menghampiri Sungmin dan Eunhyuk yang tengah serius dalam pembicaraan mereka. “Sekolah kita akan kedatangan siswi baru”

“Mwoya?” jawab Eunhyuk dengan antusias dan memilih tidak melanjutkan pembicaraannya dengan Sungmin, “cantik tidak?”

“Mollayo, yang kudengar hanya dia pindahan dari Jepang”

“Jepang?” Kini malah Sungmin yang antusias mendengar nama Jepang, “Kau tahu namanya?”

“kalau tidak salah….” sementara sibuk berfikir tanpa sepengatahuan mereka bertiga Sonsaengnim telah berdiri tegap di depan kelas dengan seorang murid yeoja yang dibicarakan mereka.

“Ehem, Park Jungsoo, Lee Sungmin dan Lee Hyukjae bisakah kalian tenang dan duduk ditempat kalian masing-masing?”  tegur Sonsaengnim yang mencoba untuk tegas dihadapan semua muridnya.

“Ne” jawab mereka bersamaan

“Annyonghaseo, kurasa kalian sudah tahu hal ini, kali ini sekolah kita kedatangan murid baru pindahan dari Jepang, Lee Minri ayo kenalkan dirmu” perintah Sonsaengnim dan yeoja itu dengan patuh menuruti kata-kata sonsaengnim.

=Sungmin POV ON=

Sejujurnya aku benar-benar tidak terlalu antusias mendengar berita murid baru yang dibilang Leeteuk barusan, hanya saja kalau sudah mendengar nama Jepang selalu membuatku mengharapkan akan bertemu seseorang yang berasal dari negara itu.

“Annyonghaseo Lee Minri imnida” kudengar murid baru itu mulai memperkenalkan dirinya seperti instruktur yang di berikan sonsaengnim.

Yeoja itu, dia yeoja yang kemarin. Bagaimana bisa aku bertemu lagi dengannya disini. Aigo~, apa aku harus kembali berurusan dengannya disini?.

Kulihat dia berjalan mendekatiku, yah ada kursi kosong disamping Hyemin lebih tepatnya kursi didepanku. Awalnya ku pikir dia akan shock begitu melihatku, tapi nyatanya dia malah memandang enteng padaku. Lee Minri , kau yeoja teraneh yang pernah aku temui. God please jangan sampai aku kembali berurusan dengannya.

            “bagaimana menurut kalian? Minri itu manis tidak?”  Eunhyuk mengetik pesannya di chat yang terhubung denganku sekaligus dengan Leeteuk.

” Yak ! bisakah kau serius belajar dulu? Kau itu ingatlah kita ini sudah tingkat tiga, tidak bisakah kau menahan untuk tidak mengobrol di dalam kelas?”  sejujurnya aku sangat tidak ingin membicaran Minri, lagipula aku juga heran dengan sekolah ini, kenapa bisa-bisanya tidak mengawasi apa yang tengah dikerjakan murid-muridnya dengan laptop mereka masing-masing, contohnya saja kami, sedetail apapun sonsaengnim menjelaskan terkadang kami malah asik mengobrol bukannya mengetik apa yang dijelaskan sonsaengnim.

“ne hyuk, kalau dibanding dengan Hyemin aku lebih menyukai Minri, kalau kau sendiri bagaimana?” kini malah Leeteuk juga ikut-ikutan.

Aku benar-benar tidak berselera membicarakan gadis yang telah menghinaku itu.

‘Gayamu, benar-benar memuakkan untuk seorang namjha’. Salahkah kalau aku menyukai warna pink? Kenapa aku selalu di-cap aneh hanya karna menyukai warna itu?.

Yah, memang bukan hanya dia yang menganggapku aneh karna hal ini, tapi setidaknya mereka tidak sampai menghinaku seperti itu. Aku menyukai pink bukan hanya sekedar suka, lebih dari itu semua aku menyukai pink karena kembaranku yang lama tidak ku lihat wajahnya. Hanya dengan dekat dengan warna ini aku selalu bisa mengingatnya, ingat pada adikku. Eomma mungkin tahu alasanku, hanya saja dia tidak ingin mengingat adikku yang dibawa pergi oleh Appa ke Jepang sana. Aku tidak tahu siapa yang bisa aku hubungi untuk mengetahui kabar Appa dan adikku sekarang. Semua nomor-nomor termasuk foto-foto saat aku dan adikku kecil dulu semuanya lenyap dimakan api. Namanya…….

“sialan” gumanku dan sepertinya Eunhyuk yang tepat duduk disampingku mendengar hai itu.

‘Sial, kenapa bisa-bisanya aku lupa nama Appa dan adikku sendiri.’

“Yeodongsaeng-mu, kenapa kau tidak minta tolong Minri saja untuk mencari alamatnya?” Eunhyuk kembali mengirimkan pesan untukku, tapi kali ini hanya kami berdua.

“ SHIREO !!”

“ Waeyo? Bukankah dia dari Jepang? Mana tahu dia mengenali adikmu itu”

Aku minta tolong pada yeoja yang telah menghinaku itu, tidak akan.

Kau mau taruhan demi ini” kini Eunhyuk mengirimu sebuah foto boneka kelinci putih atau lebih tepatnya boneka kelinci milik peninggalan adikku.

            “YAK !! dari mana kau dapatkan itu?” kesal tentu saja ku kira boneka itu sudah terbakar di makan api saat kebakaran 14 tahun yang lalu.

Kenapa? Kau menginginkan ini? Kalau kau mau boneka ini kembali lagi maka kau harus dekati Minri dan cari informasi yang bisa membantumu mengetahui keberadaan adikmu”

KAU LEE HYUKJAE !! “  hyuk benar2 sepupu yang menyebalkan, baiklah kalau itu mau mu Lee Hyukjae “baiklah kalau itu maumu, aku akan dekati Minri dan mencaritahu tentang adikku, PUAS??” tersenyumlah sesuka hatimu hyukiie’.

=Sungmin POV OFF=

“Annyong Minri-shi”  sapa Leeteuk begitu melihat Minri memasuki kawasan halaman sekolah

“oh Leeteuk-shi, Annyong” balas Minri dengan ramah.

“Tadi kau di antar sama siapa?” Tanya Leeteuk tanpa basa-basi.

“Sama Appa ku, waeyo?”

“Aniyo, kalau ku lihat tidak seperti appa-mu,” tersontak tiba-tiba Minri terdiam mendengar kalimat Leeteuk, “ Minri-ssi gwenchana?”

“ah ne, gwenchanayo. Ngomong-ngomong ……..”

Sementara Leeteuk dan Minri mengobrol sepanjang jalan menuju kelas, beberapa meter di belakang mereka Sungmin dan Eunhyuk tengah mengamati seraya mencoba menguping dengar pembicaraan Leeteuk dan Minri.

“Yak, kau kapan dekati dia??” bisik Eunhyuk begitu mereka sampai di dalam kelas.

“Molla” Sungmin mencoba mengalihkan pertanyaan Eunhyuk dengan pura-pura sibuk dengan ponselnya.

“Aisss..kau itu, baiklah kalau itu maumu, kalau dalam 2 hari ini tidak ada perkembangan aku bakar saja bunny white itu” kata Eunhyuk asal tapi memang cukup ampuh bagi Sungmin yang langsung keluar setelah sedikit membanting ponselnya di meja.

“Hei hyuk kenapa Sungmin? Sepertinya dia sangat marah padamu?” Tanya Hyemin yang bingung dengan tingkah Sungmin 5 menit yang lalu.

“Aku akan membakar Bunny White miliknya” jawab Eunhyuk enteng.

“Bunny White?” Hyemin semakin bingung dengan 2 saudara Lee ini.

“Dia itu..” Minri pun jg nggak mau hanya jadi pendengar “apa kalian tau dia itu sangat tertarik dengan warna pink?” pertanyaan ini terus menghantui Minri sejak kemarin tepatnya begitu mengetahui dia satu kelas dengan namjha yang ‘ANEH’ itu.

“hemm..” Eunhyuk hanya tersenyum mencoba menahan ketawanya, “waeyo? Kau baru ketemu orang seperti itu ya?” tanyanya.

“Ne, dia itu aneh sekali, dia itu mau berdebat dengan seorang gadis hanya karna gantungan ….”

“Ponsel bentuk kelinci” potong Eunhyuk “dan gadis adalah kau, benar bukan?” tebak Eunhyuk yang di sambut wajah tercengang dari Minri. *ya elah pantes aj si kelinci [re: sungmin] itu ogah banget denger nama Minri*pikir Eunhyuk di benaknya.

“mereka berdua saudara sepupu” ungkap Hyemin yang mengerti mimik muka Minri yang terheran Eunhyuk mengetahui masalah dia dan Sungmin hari minggu kemarin.

“Ya, ya,, ini tugas kita untuk besok lusa” potong Leeteuk yang datang dengan beberapa buku di atas tangannya.

“Ige mhowa??” tanya Eunhyuk dengan perasaan yang tidak enak.

“Tugas Bahasa Jepang yang harus kita kumpulkan besok” Jawab Leeteuk lesu.

“Are you kidding? “ hampir saja Eunhyuk mengupat kalau saja Sungmin tidak kembali ke kursinya.

“Bukankah kita bisa mengerjakannya sama-sama?” saran Hyemin menghentikan omelan Eunhyuk.

“Benar juga, baiklah Sungmin sore ini aku kerumahmu ya. Bahasa Jepang mu kan lumayan bagus” puji Eunhyuk tapi di balas wajah masam dari Sungmin

“Aku ikut juga” Lanjut Leeteuk

“nae dho” Hyemin juga tak mau kalah ikut mereka

“Yak kenapa kalian ini, kenapa harus dirumahku sih? Bukankah sekarang ada yang lebih paham dibanding aku” Keluh Sungmin seraya melirik punggung badan Minri yang membelakanginya.

“Kalau dia tidak mau kalian datang saja kerumahku” Minri mencoba bicara pelan untuk menahan emosinya*cih..mo ngajak ribut disini dia rupanya*.

“Sudah-sudah” potong Leeteuk yang kebetulan berada diantara Sungmin dan Minri “Kau ikut kami saja Minri, kurasa Sungmin tidak akan masalah, Lebih banyak yang paham bukankah lebih bagus jadi kita bisa menyelesaikan tugas ini dengan cepat” Usulnya.

“Ne, aku setuju dengan Leeteuk” Lanjut Hyemin antusias “lagipula rumah mu itu dekat dengan sekolah, makanya kami pilih rumahmu” Jelas Hyemin yang melihat tampak Suntuk Sungmin sedangkan Eunhyuk hanya senyum-senyum sendiri melihat sepupunya ditikam 2 orang temannya.

********************

“Aku lelah, kita istirahat sebentar ya” Keluh Leeteuk

“Aku mau ambil softdrink, apa kalian mau?” Tawar Eunhyuk yang langsung nyelonong pergi menuju pintu

“Aku air putih saja” Pinta Minri seraya mengeluarkan sebotol pil dari tasnya.

“Apa itu?” Tanya Hyemin yang penasaran dengan obat yang diminum Minri

“Hanya multi vitamin” Jelas Minri singkat lalu meneguk obatnya dengan air yang dibawa Eunhyuk “Kalau aku tidak minum akan ada yang telepon saat ini” tepat setelah Minri mengatakan argumennya nyanyian suara indah Rie Fu – Life is Like a Boat pun nyaring terdengar dari ponselnya.

“Nughuya?” Tanya Leeteuk penasaran

“Appa-ku, aku permisi sebentar ya”

=Minri POV ON=

‘Appa, Timing ku tepat kali ini’

“Nughuya?” sepertinya Leeteuk penasaran siapa yang menelponku apa lagi saat aku tersenyum melihat nama yang muncul di layar ponsel ku.

“Appa-ku, aku permisi sebentar ya” lebih baik aku bicara di luar

“Yoboseo” kataku begitu ku tempelkan ponselku di telinga.

“Minri-ya, obatmu”

“Ne appa, done, baru saja aku meminumnya”

“Baguslah, tumben kau ingat”

“Yak” appa kau mau cari mati ya?

“Ngomong-ngomong hari ini appa akan pulang telat, mian appa tidak bisa menjemput dan makan malam bersamamu”

‘aigo~ aku sama sekali tidak mengenal daerah sini, mana uang ku bawa tidak banyak lagi, appa ottokhe?’ “chagi gwenchanayo?” panggil appa dari seberang sana yang membuatku tersadar dari lamunanku

“hhe, ne appa, gwenchana, aku bisa pulang sendiri kok” jawabku bohong, “Appa, aku belajar lagi ya, annyong” pamitku singkat dan langsung menutup sambungan telepon kami.

“HHaaa…Ottokhe, bagaimana aku pulang nanti? Mana uang ku kurang kalau naik bus, Appa kau jahat” omelku cukup kuat tapi kurasa mereka tidak dengar.

Aku benar-benar tidak konsentrasi belajar setelah menerima telepon dari appa tadi. Mau tidak mau aku harus jalan kaki dari rumah Namjha aneh ini menuju rumahku. Dan satu hal lagi yang membuatku tidak konsentrasi, entah ini hanya perasaanku atau memang benar namjha aneh itu diam-diam memperhatianku? Sempat beberapa kali aku berhasil memergokinya tengah memandang kearahku. ‘Whatever, I don’t care’

Tak berapa lama setelah kami selesai mengerjakan tugas Lee ahjuma pulang, Ibunya sangat baik pada kami, sungguh sangat berbeda dengan anaknya yang tidak sopan itu.

“Ini dompet siapa?” tanya Lee ahjuma saat kami hendak pamitan.

Ku lihat Lee ahjuma membukanya, ku perhatikan motif pada dompet itu sama seperti punyaku jadi aku memutuskan memeriksa di tas dan hasilnya nihil.

“Ini, ini punyamu bukan Minri-ya” kurasakan tatapan Lee ahjuma sedikit berbeda berbeda kepadaku, terebih lagi setelah dia membuka dompetku.

“Ne, Gomapta Ahjuma” ujarku sedikit membungkukkan sedikit badanku sebagai tanda terima kasih.

“kami pamit pulang dulu ya Sungmin-ah, Annyong Ahjuma” Pamit Hyemin sebagai perwakilan kami izin pulang.

Sampai di perempatan jalan menuju sekolah kami semua berpisah arah, Hyemin dan Leeteuk belok k sisi kiri, sedangkan aku seorang diri belok ke kanan. Sedangkan Eunhyuk, kami sudah berpisah dengannya di persimpangan sebelumnya.

‘Disini sepi sekali’ pikirku.

Kudengar suara decitan dari arah belakangku, aku terlalu takut untuk mengeceknya jadi kuputuskan untuk mempercepat langkahku. Bukannya semakin jauh tapi suara aneh itu malah semakin dekat denganku.

‘persimpangan, bagaimana ini? Tadi pagi aku belok dari mana ya? Appa Ottokhe’

“Hei” seseorang memegang pundakku.

“Kyaaaaa” Teriakku sesaat sampai ku lihat wajah yang menghampiriku itu adalah Sungmin. “Yak, waeyo? “ tanyaku dengan nada ketus “Mengagetkanku saja” omelku pelan tapi kurasa dia dapat mendengar, tampak ujung bibirnya naik keatas menggambarkan senyuman diwajahnya.

“Ini, kali ini ponselmu yang ketinggalan”

‘Astaga, aku ini ceroboh sekali’     “ne, Gumawo” ujarku pelan “Kau mau kemana?” kulihat dia akan pergi lagi dengan sepedanya.

“Mau mengantar seseorang yang bilang kalau uangnya tidak akan cukup untuk membayar bus, ditambah lagi dia tidak terlalu paham daerah sini” Aku hanya menunduk tersenyum malu mendengar kalimatnya, ingin rasanya memaki namjha aneh ini, tapi dia memberiku bantuan yang kalau aku pikir sangat menolongku saat ini. “Kajha”

Tidak ada percakapan dari kami, ingin rasanya mencairkan suasana dingin ini tapi aku masih bingung harus mulai dari mana mengingat awal pertemuan kami kurang mengenakan.

“Sungmin-shi / Minri-sshi” tanpa kesepakatan kami sama-sama memanggil

“Kau duluan” tambahnya cepat-cepat.

“Mianhae, kau pasti kesal dengan kata-kataku minggu kemarin”

“Nae dho, aku juga Minri-shi, tidak seharusnya juga aku membawa-bawa ibu dalam masalah kita”

Entah kenapa aku hanya tersenyum, ingin tertawa melihat tingkah konyol kami

“Kurasa sekarang kita impas” lanjutnya

“Shireo, beri aku gantungan ponsel model terbaru yang Limited Edition baru aku akan memaafkanmu” aku masih mengincar gantungan ponsel yang kemarin kami ributkan, tapi kalau dia tidak mau memberinya lebih baik aku meminta yang baru, jahat aku ya? Tapi biarlah.

“Hemm deal, tapi malam ini kau yang harus ikuti syaratku” hawa ini sangat tidak enak bagiku, apa maunya bocah ini mengajakku ke kedai sushi.

“Hei, kau tahu kan kalau aku tidak cukup membawa uang, kau ingin aku mentraktirmu disini?” Tanyaku sinis.

“Hhahaha aniyo, aku hanya ingin kau temani aku makan disini, aku lapar sekali” ucapnya miris seperti orang tidak pernah makan selama setahun.

“aishh,,,kau ini’” omelku tapi dia hanya tersenyum mendengar omelanku.

=Minri POV ON=

Malam terasa lebih dingin dari malam sebelumnya, entah kenapa anak laki-laki itu urung menuruti perintah hatinya untuk terlelap. Sudah hampir satu setengah jam dia berbaring menatap anak perempuan yang tengah terlelap di seberang sana.

“Yuri-ssi, mianhae” suara berat seorang pria terdengar dari balik pintu kamar anak laki-laki itu “Ini demi kebaikan Putri kita” lanjutnya dengan suara parau.

“Pergilah, kurasa mereka sudah berdua sudah terlelap” tanpa ada tekanan nada suara terdengar wanita mencoba untuk tidak menunjukkan ekspresinnya.

“Berjanjilah padaku untuk merawat Sungmin” merasa namanya dipanggil anak laki-laki itu makin memantapkan telinganya untuk mendengar percakapan orang tuanya diluar sana.

“Ne,” Ujar wanita itu seraya membuka kenop pintu kamar anak laki-laki itu.

Menyadari orang tuanya akan masuk Sungmin memilih untuk memejamkan matanya dan mencoba mengintip apa yang ingin dilakukan orang tuanya itu.

“Ayah akan sangat merindukanmu sungmin-ah” ujar pria itu seraya mencium kening anak laki-laki yang di panggil Sungmin itu “Jaga ibumu baik-baik” bisiknya

“Jaga dia” wanita itu menatap anak perempuan satu-satunya itu dengan pilu, hatinya begitu sakit harus kehilangan putrinya yang akan dibawa mantan suaminya ke Jepang sana.

“Sungmin-ah, Sungmin-ah bangun” perlahan Sungmin membuka matanya dan sinar matahari mulai menyinari kamarnya yang berada di lantai 2 itu. “hei, bangun sayang. Kau tidak ingin terlambat menjemput Minri bukan?” ujar Ny. Lee dan berhasil membuat Sungmin terduduk di ranjangnya.

“Ne eomma, aku akan bangun” dengan nada lesu Sungmin beranjak dari tidurnya dan segera pergi untuk mandi.

………….

“Yak Sungmin kau dimana?” teriak Minri dari seberang telepon sana

“Aku masih dirumah, wae? Aku kan belum terlambat untuk menjemputmu” jawab Sungmin santai sambil menyantap sarapannya.

“Aigo~ , kau itu tidak bisa diharapkan ya, kau lupa kemarin aku bilang aku ingin pergi lebih cepat dari biasanya?” Sungmin berpikir sejenak mengingat kembali memory kemarin sore saat bersama Minri

“Hhhaaa~..ne,aku ingat”

“Aiss,kau ini, ya sudahlah aku pergi dengan appaku saja, uia, ngomong-ngomong aku belum sarapan”

“ne,ne aku akan bawakan roti bakarnya” seakan mengerti maksud Minri Sungmin langsung menyisihkan beberapa roti bakar yang ada dihadapannya.

“Gumawo minnie, aku tunggu di disekolah ya, dan jangan sampai kau telat. Annyong”

“ne, annyong” kata Sungmin lalu menutup sambungan teleponnya.

“Ini, sudah ibu siapkan” dengan sekotak bekal Ny. Lee datang menghampiri Sungmin yang baru saja selesai teleponan.

“Ne, Gumawo eomma, anak itu memang salalu menyusahkanmu, nanti akan kutegur dia” ungkap Sungmin sedikit kesal

“Gwenchana Minnie-ah, eomma senang kalau ada temanmu yang menyukai makanan buatan eomma”

“Hemm..ne. Eomma, aku pergi dulu ya,  Annyong” dengan sedikit tergesa-gesa Sungmin memasukan kotak bekal dan secepat mungkin memakai sepatunya, dia tidak ingin mendengar omelan Minri lagi.

‘lebih baik mendengar omelannya ditelepon dari pada omelannya secara langsung’ Itulah yang dipikirkan dalam benak Sungmin.

3 minggu sudah Sungmin dan Minri akrab, semenjak kejadian malam dimana Sungmin mulai mengantar Minri pulang, kini tidak ada lagi perang dingin yang terjadi di antara keduanya. Banyak hal yang membuat mereka kompak, salah satu hal yang membuat mereka akrab adalah mereka sama-sama tinggal dengan single parent. Tapi tak jarang juga mereka sering berdebat, dan yang diperdebatkan selalu hal yang sama semenjak mereka bertemu.

“Ini” Sungmin memberi kotak bekal yang dibawanya begitu sampai di kelas dan mendapati Minri sedang duduk di kursinya dengan wajah yang tersembunyi di balik tangannya yang terlipat diatas meja, “Kau kenapa? Kau sakit?” tampak sedikit kepanikan di wajah Sungmin melihat Minri tidak semangat dan ceria seperti biasanya.

“Aniya, aku cuma kurang tidur” ucap Minri dusta lalu membuka kotak bekal dihadapannya dan menyantapnya dengan enteng.

“Yak, aku ini bukan Hyemin yg bisa kau kibuli ataupun Eunhyuk dan Leeteuk yang bisa kau bohongi, jadi katakan padaku masalahmu sebelum aku memaksamu untuk mengatakannya” Ujar Sungmin mantap.

Dengan sedikit keraguan Minri mulai bicara “Hari ini tepat 14 tahun sejak kematian Eomma dan Oppa ku”

“Kau ingin kesana?” tepat dengan tebakannya, Minri mengangguk pelan sambil melahap roti bakarnya.

“Tapi ….”

“Wah ada roti bakar, aku minta ya Minri” Eunhyuk datang bagaikan ninja yang tiba-tiba saja muncul dan membuat Minri mengurungkan niatnya melanjutkan kalimatnya.

“Hhaaa~” keluh Minri lesu “Kau habiskan saja Hyuk, aku sudah kenyang” ucap Minri sambil meninggalkan seperampat roti yang digigitnya ke dalam kotak bekal dan pergi meninggalkan Eunhyuk dan Sungmin begitu saja.

“Dia kenapa? Tanya Eunhyuk dengan tampang bingung.

******************************

“Apa kalian melihat Minri?” tanya Hyemin yang menyadari teman sebangkunya itu tidak ada sejak pelajaran dimulai sampai jam istirahat sekarang.

“Aniyo” Jawab Leeteuk sepintas lewat lalu meninggalkan Sungmin, Hyemin dan Eunhyuk bertiga.

“Apa jangan-jangan dia marah gara-gara aku merebut sarapannya tadi pagi?” Tanya Eunhyuk menatap Sungmin memastikan tebakannya salah.

“Mollayo,  kalian coba hubungi ponselnya, aku ingin ke toilet dulu” sama halnya Leeteuk, Sungmin pergi meninggalkan Eunhyuk dan Hyemin berdua.

“Tidak di angkat” Entah sudah keberapa kalinya Hyemin mencoba menghubungi ponsel Minri tapi hasilnya nihil.

“Lebih baik kita mencarinya, perasaanku tidak enak “ dengan sigap Eunhyuk  berlari keluar kelas disusul dengan Hyemin yang pergi tergesa-gesa mencari Leeteuk untuk minta bantuan mencari Minri.

“Sungmin-ah, Min,, Minri menghilang” Eunhyuk mencoba mengatur nafasnya begitu menemukan Sungmin yang baru saja keluar dari Toilet.

“Tidak mungkin, kalau dia hilang pasti dia sedang berada di ruang kesehatan atau nggak perpustakaan” Tebak Sungmin.

“aku sudah mengecek kesana tapi hasilnya nihil,telepon kami juga tidak dijawabnya dan tidak ada seorang pun yang melihatnya dari pagi” Kini Eunhyuk mencoba bicara lebih tenang dan jelas kepada Sungmin.

“Kau yakin? “ Sungmin sedikit ragu dengan berita ini, tapi mau tidak mau dia harus percaya dan sependapat dengan yang lainnya, bahwa dia tidak melihat Minri hampir 5 jam ini.

‘Apa yang terjadi padamu Minri, kenapa kau hilang beginii’ kata Sungmin membatin

huaaaaa~ readers

mian banget g ada konfliknya.. minri akan usahakan bikin part 2 secepatnya..

happy reading all

salam 13ELIEVE of 13+2+ELF = 1 ^^JooN Minri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: