Love In The Sky Part 1

Published 11/07/2012 by pud926

Gambar

Fanfiction duet pertama dengan my sister, Cho Nara .. kalian juga bisa cek fanfiction dia di http://chonara.wordpress.com/ .. Warning ini cerita sungguh Gaje,,typo,, dan dapat mengundang kegalauan(?)

happy reading ALL \(^o^)/

Main Cast :

  • Lee Sungmin
  • Cho Kyuhyun
  • Park Na Young
  • Shin Hana

 Genre : Romance, Comedy, GAJE (?)

Author : 준민리 Joon Minri feat 김나라 Kim Nara

Summary : Langit akan sangat indah jika ada matahari, bulan, bintang dan awan yang selalu akur dalam menghiasi bumi. Begitu pula dengan cinta,, tapi bagaimana jika ke 4 unsur itu tidak bisa berjalan beriringan? Apakah cinta itu bisa terwujud??

Author POV

Seorang namjha sedang terbangun dari tidurnya, namjha itu duduk di atas tempat tidurnya yang terbilang luas untuk ditempati 1 orang sambil mengusap-usap wajahnya. Sekilas dia melirik jam yang bertengger di atas meja disebelah tempat tidurnya lalu mendesah.

“Sial!” ujar namja itu.

“Kyuhyun-ah~ kau sudah bangun! Ayo sarapan!!” ujar suara seorang yeojha dari balik pintu kamar yang terbilang mewah itu. namjha yang bernama kyuhyun itupun kembali mendesah(?).

“ne~ noona, sebentar lagi aku turun.” Ujar kyuhyun alakadarnya, dengan malaspun kyuhyun menyeret (?) badannya ke kamar mandi.

@Ruang Makan Cho Family

“sungmin-ah,, bagaimana dengan aktor pendatang baru yang kemarin di rekrut oleh tuan Han?” tanya seorang laki-laki paruh baya yang duduk di depan meja makan.namjha yang di panggil sungmin itupun menoleh kepada laki-laki itu.

“aku belum melihatnya, rencana nanti kami akan mengadakan test untuknya.” Jawab sungmin kepada laki-laki itu.

“dan kau cho kyuhyun apa yang kau kerjakan dikantor saat ini?? Aku belum mendapat laporan tentang perkembanganmu! Kau tidak ingin mengecewakan appa kan?” ujar laki-laki yang ternyata adalah ayah dari namjha yang bernama kyuhyun itu, kyuhyun menoleh sesat kemudian melanjutkan makannya lagi.

“bukan kah aku sudah bilang kalau aku tidak tertarik dengan perusahaan, appa.” Ujar kyuhyun pelan, ayah kyuhyun terlihat marah dengan jawaban anaknya.

“jangan main-main kyu~, kau adalah calon penerus Sky Enterteiment, kau adalah pewaris perusahaan keluarga kita ini, masa kau kalah melawan sepupumu.” Ujar appa kyuhyun sambil melirik sungmin yang makan dengan tenang (?) dan seolah tidak ingin ikut campur pembicaraan ayah-anak ini. Kyuhyun memandang Sungmin dengan sedikit memajukan bibirnya, sejujurnya dia tidak suka jika ayahnya mulai membandingkan dirinya dengan sepupunya itu.

“kalau begitu, biar sungmin hyung saja yang mengurusnya, gampangkan?” ujar kyuhyun tanpa dosa, dan lagi-lagi jawaban kyuhyun membuat appanya marah.

BRAKK!

Appa kyuhyun menggebrak meja dan membuat semuanya terdiam kaget dan menatap sang pemimpin meja makan itu. Sungmin, kyuhyun, eomma kyuhyun dan noona kyuhyun yang menikmati sarapan saat itu terdiam kaget, noona kyuhyun yang bernama ahra menyenggol lengan adiknya untuk menutup mulutnya yang perlu disekolahkan (?) itu.

“kau pikir perusahaan yang appa dan ajhussi mu dirikan selama 15 tahun ini main-main hah!” ujar appa kyuhyun penuh amarah. Eomma kyuhyun yang berada di samping suaminya langsung berusaha menenangkan suaminya itu.

“kau harus ingat kyu! Jika kau tidak ada kemajuan selama beberapa bulan ini, appa tidak akan segan-segan untuk membuang kameramu!” ujar appa kyuhyun sambil menyelesaikan sarapannya dan pergi ke perusahaan duluan, kyuhyun hanya menunduk kesal, kesal karna dirinya harus di atur oleh orang lain.

Sementara eomma dan noona nya pergi menyusul appa kyuhyun, Sungmin menatap datar Kyuhyun yang terlihat mengatur nafasnya untuk menahan emosinya yang bergelonjak(?). Walaupun mereka berdua adalah saudara sepupu tapi ada rasa iri pada masing-masing dari mereka. Lee Sungmin walaupun terkenal dan disukai orang-orang dengan namjha yang rajin dan cekatan dalam pekerjaan tentu saja sangat antusias saat dijadikan kepala manajer di perusahaan yang di dirikan appa dan  Ajhussinya. Tapi tidak dengan Kyuhyun, dia lebih menyukai dirinya sebagai seorang photografer dari pada harus bekerja di perusahaan ayahnya, dia tidak ingin di cap sebagai laki-laki yang hanya bisa berlindung di bawah ketiak ayahnya, dia ingin hidup bebas, lepas dari segala tuntutan dan kemewahan keluarganya, tapi sayangnya kyuhyun lah yang mendapat hak khusus sebagai penerus dari perusahaan itu walaupun usianya yang lebih muda dari Sungmin ataupun Ahra.

@Sky Ent

“kau lihat hyung, appa selalu saja memaksaku melakukan segala kehendaknya.” Ujar kyuhyun sambil membanting pantat(?)nya di kursi kerjanya, sedangkan Sungmin memilih duduk di sofa yang ada di ruangan kyuhyun.

“kau seharusnya senang, appamu memberikan kepercayaan padamu untuk mengurus perusahaan.” Ujar sungmin lembut, kyuhyun mendecak kesal.

“Yah,hyung kan tahu aku terpaksa melakukan ini karna tuntutan appa, aku heran kenapa hyung sangat tertarik dengan perusahaan ini?” tanya kyuhyun.

“kau tidak akan mengerti perasaanku, kau tahu kau memiliki perasaan yang berbeda denganku.” Jawab sungmin, kyuhyun menghela nafasnya dan memutar kursinya menghadap jendela besar yang ada di belakangnya.

“aku lebih menyukai dunia luar yang bebas hyung, tanpa tekanan dan paksaan, aku ingin hidup normal.” Ujar kyuhyun sambil menerawang. Sungmin memandang kyuhyun dengan tatapan yang tidak dapat diartikan.

“jadi kau pikir hidup kita tidak normal?” tanya sungmin. Kyuhyun membalik kursinya menatap kakak sepupunya itu.

“hahhahha.. aniyo~ hanya saja aku merasa kehidupan ini tidak cocok untukku.” Ujar kyuhyun sambil tertawa. Sungmin terlihat menggepalkan tangannya, entah kenapa dia merasa tidak suka jika kyuhyun masih bisa tertawa di saat seperti ini, kalau saja ayahnya tidak meninggal, kalau saja warisan perusahaan tidak jatuh ketangan ayahnya kyuhyun, pasti dia lah yang berhak untuk menjadi pewaris utama perusahaan ini.

Dddrrrtt… dddrrrttt…

Ponsel kyuhyun yang ada dimejanya bergetar, kyuhyun menyambar ponsel itu dan melihat IDnya, sesaat senyuman mengembang di bibirnya, tanpa ragu kyuhyunpun menekan tombol hijau dan menempelkan ponselnya di telinga.

“hallo jhagy..” ujar kyuhyun sambil terkekeh.

“yak! berhentilah memanggil eommamu dengan sebutan seperti itu, dasar tidak sopan!” ujar suara di seberang sana, kyuhyun hanya terkekeh.

“aku pikir tidak ada salahnya memanggil eomma seperti itu, waeyo? tumben sekali eomma menghubungiku padahal baru beberapa jam yang lalu aku pergi ke kantor, jangan bilang eomma rindu melihat wajah anakmu yang tampan ini.” Ujar kyuhyun, sungmin hanya diam dan memilih melihat berkas-berkas yang ada di hadapannya, hari ini dia ada jadwal untuk mencari artis dan model baru yang akan di orbitkan di perusahaannya itu.

Setelah bercengkrama dan berkelahi dengan eommanya di telpon, kyuhyunpun mematikan telponnya.

“aish! Aku bisa gila kalau seperti ini terus!” ujar kyuhyun frustasi, membuat sungmin menoleh kearahnya.

“waeyo?” tanya sungmin, kyuhyun berjalan kearah sungmin dan duduk disebelahnya,

“kau pasti tidak percaya dengan apa yang dikatakan eommaku, dia bilang besok aku harus ikut kencan buta yang telah direncanakannya, aigoo~ aku merasa seperti namjha yang tak laku-laku hyung.” Ujar kyuhyun cemberut.

“lalu apa masalahnya? Bukankah kau juga belum punya pasangan??”

“aku masih bisa menuruti perintah appa untuk bekerja di perusahan, tapi aku tidak bisa menuruti kalau aku harus ikut kencan buta ini, memang tidak ada masalahnya sih hyung, tapi kan ini masalah perasaan.” Ujar kyuhyun kesal, sungmin menutup berkas-berkas yang tadi di bacanya.

“semua cinta sudah di atur kyu~ dan kau harus siap kapan aturan yang ditetapkan itu datang.” Ujar sungmin sambil beranjak dari tempat duduknya dan bersiap meninggalkan ruangan kerja kyuhyun.

“hyung!” panggil kyuhyun membuat sungmin menghentikan langkahnya dan menatap kyuhyun dengan tatapan ‘ada apa lagi?’

“besok saat kencan buta temani aku ya,, hehhehehe.. aku gugup jika sendirian.” Ujar kyuhyun polos, sungmin menatap kyuhyun datar lalu pergi.

“aku anggap itu jawaban iya hyung!” teriak kyuhyun saat sungmin sudah berjalan keluar, kyuhyun berbaring diatas sofa membuat kemeja birunya sedikit berkerut, dia menghela nafas sejenak dan menatap langit-langit ruang kerjanya.

“cinta..??” gumamnya pelan lalu tersenyum.

@Sungai Han 05.00 PM

Clik. Clik. Clik.

Suara kamera yang sedang dipakai kyuhyun terdengar begitu profesional, walaupun sebenarnya kyuhyun tidak serius memfoto objek yang ada disekitarnya tapi tetap saja dia telihat profesional, dari SMA kyuhyun memang menggemari profesi seperti ini, memotret sudah jadi kebiasaannya saat galau(?), dan dia memilih untuk melepaskan pikiran kusutnya tentang perusahaan dengan memotret suasana sore di sungai han ini.

>>>> 

Kyuhyun POV

Aku mengarahkan kameraku kesegala arah, entah kenapa dengan melakukan hal ini saja perasaanku sudah tenang, aku melihat hasil jepretanku sebentar, kini mataku terhenti pada sebuah objek yang aku foto, sebuah objek yang sebenarnya sangat sederhana, di foto itu ada seorang yeojha yang sedang berjongkok (?) di tepian sungai sambil memandangi langit, dia memakai celana berwarna hitam dan kemeja kotak2 berwarna merah dengan dalaman baju kaos berwarna putih, gaya yang sangat sederhana dan terlihat cantik menurutku, rambut coklatnya yang tergerai melayang2 akibat tiupan angin sore, ditambah lagi dengan efek langit sore yang membuat foto itu terlihat perfect, foto itu seolah-olah menunjukkan kalau yeojha itulah yang menjadi objek utamanya, perlahan senyuman mengembang dibibirku.

Aku menoleh kearah tempat aku mengambil foto ini.

Ada!

Dia masih disana dengan posisi yang kini sudah berdiri, dia mengambil tas ransel yang diletakkan tak jauh darinya dan pergi dari tempat itu, aku melangkahkan kakiku hendak mengejar yeojha itu tapi dengan cepat aku menghentikan langkahku, entah kenapa aku ingin dia menjadi mistery untukku, akupun memasukkan kameraku kedalam tas dan berjalan menuju mobilku.

“suatu saat, aku pasti akan bertemu denganmu.” gumamku di dalam mobil dan akupun menginjak gas mobilku lalu pergi meninggalkan tempat itu.

Author POV

Kyuhyun masuk kedalam sebuah gedung bertingkat yang lumayan sederhana, kyuhyun masuk kedalam sebuah lift dan menekan angka 10. Setelah sampai dilantai 10 kyuhyun pun membuka sebuah pintu, diapun masuk kedalam ruangan yang lumayan luas itu, di ruang itu terdapat banyak perabotan-perabotan yang sudah tertata rapi, kyuhyunpun menghempaskan badannya disebuah sofa putih, kyuhyun merogoh ponsel yang ada di saku celananya, dia terlihat menghubungi seseorang.

“yeoboseo.” Ujar kyuhyun saat telpon sudah tersambung.

“…”

“mianhae hyung, sepertinya aku tidak pulang ke rumah malam ini.” Ujar kyuhyun lagi.

“…”

“ne~ aku ada di apartement.”

“….”

“ne~ gumawo hyung, kau memang manajer yang bisa ku andalkan.” Ujar kyuhyun lalu menutup telponnya, kyuhyun menghela nafas lagi, kemudian mengambil foto yang baru dicucinya tadi, foto seorang yeojha di sungai han. Lagi-lagi kyuhyun tersenyum memandang foto itu.

“sebenarnya apa yang kau lakukan saat itu?” gumam kyuhyun pelan, lalu dia memilih masuk ke dalam kamar dan tidur.

Morning, 10.00 AM

“kau yakin sajangmin tidak tahu tentang pameran ini?” tanya seorang namjha kepada kyuhyun, saat itu mereka ada disebuah gedung seni, namjha itu terlihat lebih tua beberapa tahun dari kyuhyun.

“tenang saja hyung, hari ini appa sedang ada tugas keluar kota, dan dia pasti tidak akan tahu tentang pameran fotoku ini, lagi pula ini hitung-hitung refreshing sebelum aku menghadiri kencan buta siang ini.” Ujar kyuhyun santai sambil menyalami beberapa orang yang memberikan selamat kepadanya.

Hari ini kyuhyun memamerkan hasil karyanya selama beberapa minggu, kyuhyun memang dikenal sebagai photografer yang handal, dan kyuhyun juga memiliki fans yang banyak terutama dikalangan semua yeojha, ditambah lagi dengan wajah kyuhyun yang tampan dan status sebagai seorang pewaris Sky Entertaiment sebuah perusahaan hiburan terbesar membuat dirinya banyak diincar (?) oleh yeojha-yeojha cantik.

Kali ini kyuhyun berdandan biasa saja, dengan kaos putih dilapisi rompi hitam dan celana jeans yang senada dengan rompinya, kyuhyun terlihat begitu menarik perhatian walaupun dengan style yang sederhana .

“kau memang tidak berubah, dan aku heran kenapa aku masih bisa bertahan menjadi manajermu, lagi pula aku tidak yakin yeojha pilihan eommamu akan menyukai sifatmu yang seperti ini.” Ujar namjha yang bernama asli Park Jung Soo itu yang lebih dikenal dengan nama Leeteuk, dia adalah manager pribadi kyuhyun.

“hahahhaha… kau terlalu memuji.” Ujar kyuhyun dengan watadosnya.

Suasana digedung itu semakin ramai, banyak orang-orang yang penasaran dengan hasil karya yang ditercipta dari kecekatan tangan kyuhyun dalam mengambil gambar, sebelumnya kyuhyun juga pernah membuat pameran fotonya sendiri, pertama kali saat ia masih kuliah, terus yang kedua saat dia baru masuk di perusahaan dan yang ketiga saat ini. hampir semua pengunjung menyukai karya kyuhyun.

Sementara diluar gedung seorang yeojha sedang di geret (?) paksa oleh seorang teman yeojhanya, mereka sepertinya sedang meributkan sesuatu.

“aigoo~ in joo ya~ untuk apa kita kesini??” ujar seorang yeojha yang sedang memakai gaun hijau lembut pendek dengan lambut coklatnya yang diikat ekor kuda. Dia terlihat santai dengan hiasan kalung dari emas putih dilehernya dan sepatu tanpa hak putihnya.

“tsk! Kau ini, bukan kah kau seorang model?? Kau seharusnya mencintai foto, kata orang2 yang mengadakan pameran ini adalah photografer yang handal, semua karyanya menakjubkan, ditambah lagi dia sangat tampan, hana ya~ kau harus melihatnya!” ujar yeojha yang bernama in joo itu sambil terus menarik yeojha yang bernama hana.

“sebenarnya kau ingin melihat hasil karyanya atau photografernya heh?” ujar hana kesal. In joo tersenyum lebar.

“dua-duanya. Hehhehe.. khajja!” ujar in joo sambil menarik hana lagi, dengan terpaksapun hana mengikuti temannya itu.

In joo dan hana masuk kedalam gedung pemeran itu, in joo terlihat antusias sampai-sampai meninggalkan hana yang sedang berdiri di tengah kerumunan orang, dia tahu kalau temannya itu sungguh antusias untuk melihat pameran ini, hana hanya mendecak kesal dan memilih untuk melihat-lihat karya sang photografer.

Hana melangkahkan kakinya kesetiap foto yang di pajang di dinding, sesekali hana menghentikan langkahnya untuk membaca keterangan yang ada di bawah foto-foto tersebut, in joo benar, photografer ini memang sangat mahir karna setiap foto yang di ambilnya dapat memberikan kesan yang menakjubkan, hana melihat sebuah tulisan di ujung bawah foto-foto itu.

 

“KH.” Gumam hana pelan, ‘seperti sebuah inisial, apakah ini inisial si photografer?’ tanya hana dalam hati, kemudian hana berjalan lagi ke foto berikutnya, kini tubuh hana terasa kaku dan matanya membelalak kaget melihat sebuah foto yang sangat diluar dugaannya.

Foto yang ada dihadapannya adalah foto seorang yeojha yang sedang berjongkok di pinggir sungai han dengan tatapan melihat ke langit, hana membaca tulisan yang ada di bawah foto itu.

“entah apa yang sedang difikirkannya, tapi dia terlihat seperti awan yang membawa kesejukan di Sungai Han..”

Hana hanya diam membeku untuk beberapa sesaat setelah membaca kalimat di fotonya itu.

“yakk! waeyo?” tanya in joo yang tiba-tiba datang dan menepuk pundak hana, membuat yeojha itu tersadar dari pikiran kalutnya.

In joo melihat foto yang ada dihadapan hana, kemudian dia terlihat sama terkejutnya dengan hana.

“omo!! Ini kau kan hana?? Kenapa kau ada disini?? Kau sudah kenal dengan kyuhyun oppa?? kenapa kau tidak bilang kalau kau menjadi modelnya??” tanya in joo bertubi-tubi, dengan segera hana menutup mulut temannya dengan telapak tangannya.

“aish! Kecilkan suaramu.” Ujar hana kesal.

Tapi sepertinya pengunjung lain bisa mendengar perkataan In Joo yang cukup besar itu dan cepat-cepat Hana membawa In Joo pergi dari sana. In Joo mengerang(?) kesal dengan mulutnya di bekap(?) oleh Hana yang membawanya ke sudut ruangan lain. In Joo melepas paksa tangan Hana dari wajahnya.

“baiklah, sekarang ceritakan kenapa kau bisa ada di salah satu foto karyanya kyuhyun oppa?? Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kalian sudah saling kenal??” tanya in joo dengan suara yang lebih pelan, hana mendecak kesal.

“kau gila? Aku saja tidak tahu kapan dia mengambil fotoku bahkan aku saja tidak pernah bertemu dengannya, melihatnya saja tidak, apalagi mengenal namanya.” Jelas hana sedikit kesal, kesal ? tentu saja,walaupun dia seorang model tapi tetap saja hana sangat tidak suka melihat seseorang mengambil foto dirinya tanpa seizinnya, itu sangat tidak sopan.

“lalu kenapa fotomu ada disini?” ujar in joo.

“aish! Sudah ku bilang tidak tahu!!” ujar hana sambil menggepal tangannya, dia benar2 terlihat emosi, sementara in joo menatap foto itu dengan bingung.

“oh iya! Bagaimana kalau kau tanya saja pada photografernya??”

Hana masih bingung menatap in joo dengan tatapan tidak mengerti.

“temui kyuhyun oppa, dan tanyakan kenapa fotomu ada di sini?” ujar in joo lagi.

“kyuhyun?”

“ne~ cho kyuhyun, dia photografernya, aish! Masa kau tidak tahu, sebenarnya kau ini benar2 model atau bukan sih?” ujar in joo, hana menatap in joo dengan tatapan ‘apa yang kau bilang tadi heh?’ dan untuk sesaat in joo merapatkan mulutnya, hana berfikir sejenak.

“otthe?” tanya in joo  tak sabaran. Hana menghela nafasnya,

“dimana aku bisa menemuinya?”

>>>> 

Kyuhyun POV

Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, aku harus bergegas menemui sungmin hyung, dia sudah janji untuk menemaniku untuk kencan buta nanti.

“hyung, sepertinya aku harus pergi sekarang.” Ujar ku kepada manajernya sambil berbisik ke Leeteuk hyung.

“apa kau sungguh tidak sabar untuk menemui calon istrimu?? Hahahhaha..” goda Leeteuk Hyung, aku menekuk wajahku.

“aish! Jangan main-main hyung! Aku tidak akan mau melakukannya kalau bukan karna perintah eommaku, sudahlah, siapkan mobil sekarang juga, aku akan mengurus temanku untuk memantau pameran ini.” Ujarku sambil memijit pundakku, aish! Kenapa semuanya terasa melelahkan ya?

“hahhaha… baiklah.. baiklah..” ujar Leeteuk hyung sambil berjalan menuju parkiran, saat aku  ingin berjalan keluar tiba2 saja ada seseorang yang memanggil namanku.

“Cho Kyuhyun ssi!!” ujar suara itu, aku menghentikan langkahku dan menoleh melihat siapa yang memanggilku, sesaat kemudian aku terdiam dan kaget, bukan kah dia

“waeyo?? apa kau kaget melihatku tuan Cho Kyuhyun yang terhormat.” Ujar yeojha itu dengan kesal. Omo! Kenapa dia ada disini?.

“nughuseyo?” tanyaku pura2 tidak mengenalnya, kali ini dia membelalakkan matanya, dia bertambah cantik saja dengan dress hijau lembut itu, tapi sayangnya aku tidak menyukai rambutnya diikat seperti itu, lebih bagus di biarkan tergerai saja.

“kau bilang apa? Kau tidak mengenalku tapi berani-beraninya memotretku dan menjadikannya sebagai salah satu karya di pameranmu.” Ujar yeojha itu heboh. Aku tersenyum sekilas, dia lebih menarik dari perkiraanku.

“ooo~~ kau yeojha yang ingin bunuh diri di sungai han itu ya??” tanyaku polos, yeojha ini terlihat lebih kesal dari sebelumnya.

“mworago?? Bunuh diri?? Yakk! namjha gila! Kau harus bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan, aku tidak rela foto ku di ekpost sembarangan!!” ujar yeojha itu sementara yeojha yang disebelahnya menatapku dengan mata bersinar-sinar. Aneh!

“apa? Kenapa aku harus bertanggung jawab?? Aku kan tidak menghamilimu,” Ujarku lagi,, hahhahaha… ini sangat menarik. Yeojha ini terlihat marah dan sepertinya ingin menggantungku di depan umum.

“yakkk! Kau memang namjha yang tidak tahu sopan santun!” teriaknya heboh, membuat semua tamuku melihat kearah kami, aish! Dia mulai menyusahkan.

“hana-ya~,, tenanglah.” Ujar yeojha yang ada disebelahnya. hana??, apakah itu namanya?.

“terserah apa katamu, aku harus pergi sekarang, annyeong..” ujarku sambil berjalan meninggalkan kedua yeojha itu. hana? Aku akan mengingat nama itu.

>>>> 

Na Young POV

Aku duduk di sebuah cafe, cafe yang sudah ditetapakan oleh kedua orang tuaku, mereka bilang aku harus menemui seorang namjha yang kelak akan menjadi calon suamiku, calon suami? Entahlah ini terlihat bodoh, dua orang yang menjalani kencan buta dan tiba-tiba memutuskan untuk perencanaan pernikahan? Bukankah ini terlihat seperti diskriminasi??

Aku hanya bisa menuruti perintah kedua orang tuaku, sebagai seorang putri tunggal, aku harus menuruti semua keinginan kedua orang tuaku agar mereka bahagia. Ya setidaknya hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini.

Aku melihat jam tangan yang ada di tanganku, waktu sudah menunjukkan pukul 12, aku merapikan pakaianku, walau bagaimanapun aku harus tampil menarik, aku tidak ingin melihat teman kencan butaku kecewa melihat penampilanku,

Mataku kini tertuju kepada 2 orang namjha yang baru memasuki cafe, mataku membelalak saat kedua namja itu berjalan kemeja ku, tunggu, dia… bukankah dia…

Cinta pertamaku???

TBC

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: