Love In The Sky Part 2

Published 10/01/2013 by pud926

buat yang nungguin part 2 ini dia, sebelumnya udah pernah di publish di fb dan lainnya,,tapi blog pribadi baru sempat sekarang ^^,

Main Cast :

이성  민 Lee Sungmin

추 규 현 Cho Kyuhyun

박 나 영 Park Na Young

신 하 나Shin Hana

Genre : Romance, Comedy, GAJE (?)

Author : 준민리 Joon  Minri feat 김A나라 Kim nara

Summary : Langit akan sangat indah jika ada matahari, bulan, bintang dan awan yang selalu akur dalam menghiasi bumi. Begitu pula dengan cinta,, tapi bagaimana jika ke 4 unsur itu tidak bisa berjalan beriringan? Apakah cinta itu bisa terwujud??

Author POV

@ cafe 12PM

Kyuhyun tiba dengan Sungmin di sebuah cafe, dengan rasa lelah yang melanda(?) Kyuhyun memilih jalan dibelakang Sungmin menghampiri seorang yeoja yang duduk di salah satu meja di cafe yang sudah dijanjikan. Yeoja yang mengenakan dress selutut warna peach dan tas pouch cream itu terlihat sangat menawan, tapi sayang Kyuhyun sama sekali tidak memperhatikan sosok yeoja itu. Park Na Young, seorang yeoja lulusan salah satu Universitas manajemen di Amerika kini memilih untuk tinggal di Korea dan membantu usaha Ayahnya. Cukup mudah bagi Na Young untuk mencoba akrab dengan 2 namjha di depannya ini, tapi sayangnya Na Young hanya tertarik mengobrol dengan namjha itu, yah namjha yang pernah jadi cinta pertamanya di masa SMA.

“Annyeonghaseo Park Na Young imnida.” Ujar na young sopan dan lembut memperkenalkan dirinya lebih dulu, kyuhyun menatap na young datar, dia tahu kalau na young adalah yeojha yang lumayan manis, tapi dia tidak bisa memungkiri perasaannya yang malas dengan acara-acara seperti ini.

Sungmin menyenggol lengan kyuhyun membuatnya menoleh kearah sungmin yang matanya melirik ke arah Na Young.

“Cho Kyuhyun imnida, dan dia hyungku.” Ujar kyuhyun sambil menoleh ke arah sungmin,

“Lee Sungmin imnida.” Ujar sungmin dengan seyum ramahnya dan dibalas na young dengan senyumannya.

“banggapseumnida.” Ujar na young.

Sambil menyantap cake mereka bertiga mencoba untuk lebih dekat dengan mengobrol tentang kebiasaan masing-masing. Kyuhyun yang masih dilanda rasa malas mau tak mau harus menjawab dan sedikit bertanya pada yeoja yang berada di depannya. Sementara sungmin hanya duduk tenang dan sesekali ikut membaur (?) sehingga suasana yang sedikit canggung itu menjadi lebih hangat (?).

Dddrrrtt… dddrrrttt…

Sungmin melirik ponselnya dan membaca pesan yang masuk. Kyuhyun yang merasa ada sesuatu langsung bertanya pada Sungmin.

“Waeyo Hyung?”  Tanya Kyuhyun penasaran.

“Tuan Han mencariku,mungkin ingin membicarakan masalah model untuk iklan berikutnya, sebaiknya aku kembali ke kantor.” jelas Sungmin lalu menatap sekilas Na Young kemudian menoleh ke arah Kyuhyun. “aku rasa ini waktu nya kalian mengenal lebih dekat, oh iya aku punya sesuatu untuk kalian.” Ujar sungmin sambil tersenyum dan meletakkan 2 lembar tiket drama musical di atas meja, kyuhyun memandang sungmin bingung.

“apa ini?” tanya kyuhyun, sungmin tersenyum lagi.

“aku harus pergi kyu.” Ujar sungmin sambil berdiri dari duduknya, kyuhyun terlihat panik.

“Tapi hyung, appa pasti akan menanyaiku” ujar kyuhyun memberi alasan agar dia tidak pergi bersama Na Young.

“Gwenchana, aku akan jelaskan pada sajangnim, dan ku rasa dia akan mengerti keadaanmu” ujar Sungmin lalu menoleh ke arah Na Young “ Na Young-ssi, aku pamit pergi lebih dulu, kalian berdua bersenang-senanglah” pamit Sungmin lalu pergi meninggalkan na young dan kyuhyun berdua.

‘Mianhae Kyu, ini demi kebaikan perusahaan,’ pikir Sungmin lalu melajukan mobilnya menuju Sky Entertaiment.

>>>>>

@ Toko baju Joo Style 3PM

“Apa, kau di pecat? Aigoo~ apa-apaan mereka itu memecatmu seenaknya saja cuma gara-gara kau menolak untuk membintangin iklan sabun itu, apa mereka tidak paham juga kau itu kan alergi susu sapi, masih juga memaksamu untuk membintangi iklan sabun yang mengandung susu sapi, aisss..jinjhayo rasanya aku ingin mencekik mereka semua” Omel In Joo begitu mendengar kalimat dipecat dari mulut Hana

“In Joo-ya, sudahlah, lagipula menjadi model bukan satu-satunya pekerjaan yang bisa aku kerjakan” Hana menyangga kepalanya dengan sebelah tangannya sambil menatap deretan baju yang ada di toko milik In Joo ini, “apa sebaiknya aku jadi desainer saja ya?? Kurasa gaya style ku tidak telalu buruk untuk menjadi icon style” Hana menoleh ke arah In Joo yang kini sudah menyilangkan kedua tangan di depan dadanya.

“Kau, Shin Hana, kau sangat tidak pantas untuk bersaing denganku di dunia fashion” sindir In Joo terus terang

“yak noe !!” Hana yang merasa sedikit tersinggung dan memasang tampang sangar(??) kepada In Joo.

Cliiinggg~~

Seseorang datang ke toko dan membuat wajah kedua yeojha itu berubah drastis menjadi ramah. Seorang namjha yang kira-kira berusia 25 tahun datang menghampiri Hana dan In Joo yang berada di meja kasir.

“Annyonghaseyo” sapa Namjha itu sedikit membungkukkan badannya kepada Hana dan In Joo, “Park Jung Soo imnida, kalian bisa memanggilku Leeteuk.”

“Ooowh.. Annyong , Han In Joo imnida dan dia …” In Joo memandang Hana dengan sedikit bingung

“Shin Hana Imnida” lanjut Hana yang membalas tatapan In Joo dengan tatapan bingung juga.

“Begini, kebetulan aku tidak punya cukup banyak waktu saat ini, tapi bisakah kau datang kesini?” namjha yang bernama Leeteuk itu menyodorkan sebuah kartu nama dengan kalimat yang tercetak ‘ Sky Entertaiment, Park Jung soo/Leeteuk, contact person XXX-XXX-XXXX’ kepada Hana

“Sky Entertaiment?” guman hana tidak percaya tapi cukup bisa di dengar oleh Leeteuk.

“ne, untuk saat ini kami sedang mencari beberapa model dan sepertinya kau cukup sempurna dengan kriteria yang kami tetapkan, tapi maaf sebelumnya aku ingin tahu apa kau seorang model dari Star Entertaiment ?”

“ah? Ne tapi…”

“Dia baru saja di pecat oleh perusahaan brengsek itu”potong In Joo dan langsung di tatap sambaran api (??) oleh Hana.

“Oh, baguslah, jadi tidak masalahkan jika kami ingin merekrutmu” ujar Leetuk sedangkan Hana dan In Joo saling bertatapan tidak percaya.

“besok datang dan temuilah Sekretaris Han, kurasa ajjhusi itu akan senang jika melihatmu, baiklah, aku pamit dulu, Annonghaseyo” pamit Leeteuk lalu pergi berlalu begitu saja meninggalkan tanda tanya besar bagi Hana dan In Joo.

“Apa kau percaya dengan namjha itu?” tanya Hana pelan sambil menatap in joo yang telihat bingung.

“Entahlah” jawab In Joo masih dengan tampang tidak percaya dan kembali menatap pintu dimana namjha itu keluar semenit yang lalu.

>>>>>>

Lee Sungmin POV

“Sungmin-ssi apakah kau bisa datang ke ruanganku?” tanya sajangnim melalui telepon yang berada di meja ruanganku.

“Ne sajangnim aku akan kesana” jawabku

Aku berjalan menuju ruang Sajangnim yang berada satu tingkat dari ruanganku. Aku sempat melewati ruangan Kyuhyun dan sepertinya dia belum kembali dari acara kencan buta itu.’Hemm, baguslah setidaknya biarkan orang-orang tahu kalau aku lah yang banyak melakukan pekerjaan dibandingkan dia’.

Took..toookk..tookkk..

Aku mengetuk pintu ruangan Sajangnim beberapa kali, setelah aku memastikan mendengar suara ‘masuk’ aku pun masuk dan mendapati sajangnim tengah sibuk memandangi beberapa file yang berjejer di atas mejanya.

“Hhaa..Sungmin-ah, duduklah”

“Ne” aku mendekat sesuai yang dia perintahkan dan duduk di depannya dengan meja yang penuh dengan file, kurasa dia sedang melihat hasil calon-calon model yang telah aku seleksi sebelumnya.

“Sebenarnya ada apa sajangnim memanggilku” tanyaku terus terang, jujur tidak biasanya dia dari keluar kota langsung ke kantor dan menemuiku.

“Hhha,,begini, manager Park tadi menghubungiku dan ingin yeoja yang di temuinya hari ini bisa masuk ke seleksi pemilihan model yang sedang kau tangani saat ini”

“Aku tidak keberatan, hanya saja apakah tidak apa jika aku langsung memasukkannya ke tingkat penyeleksian akhir?” jawabku ragu, bukankah ini terlihat seperti nepotisme(??)

“Ku rasa tidak apa, dia ini mantan model dari Star Entertaiment, dan setelah aku selidiki dia ini lebih dari cukup dengan kriteria yang kita terapkan selama ini”

“Baiklah Sajangnim, tapi izinkan aku bertemu dengannya lebih dulu bersama model lainnnya yang telah kau pilih saat ini” ucapku seraya menoleh ke arah beberapa tumpukan berkas yang dia pisahkan dengan yang lainnya.

“Baiklah, hha ngomong-ngomong aku mendengar kau juga bertemu dengan anak keluarga Park hari ini, apakah itu benar Sungmin-ah?” tanya sajangnim lagi seperti mengalihkan percakapan yang lebih santai.

“Ne, sajangnim” aku mencoba tersenyum “ku rasa mereka berdua sangat cocok”ucapku dusta.

Sebuah keajaiban jika seorang kyuhyun tertarik dengan yeoja seperti Na Young. Bagaimana mungkin Kyuhyun yang seorang namjha dingin dan mempunyai mulut sedikit kasar itu bisa cocok dengan yeoja yang seperti Na Young, seorang yeoja yang tau akan sopan santun.Mereka berdua adalah pasangan yang saling bertolak belakang.

“Jinjhayo? Hemm, aku harus bertemu dengan nona Park secepatnya,” guman sajangnim dan bisa ku lihat sajangnim mengeluarkan sebuah tas dari bawah mejanya “Ini untukmu, aku ingat kau sangat suka dengan bulgogi yang ada di daerah Incheon”

“Gamsahamnida sajangnim” aku tersenyum ternyata sajangnim memang perhatian padaku, hanya saja keadaan ini tidak bisa di ubah lagi.

Aku kembali keruanganku, lalu berbaring disofa sambil memandang langit-langit di ruanganku, aku jadi rindu saat-saat berbaring di ruang kerja appa dulu. Melihatnya berkerja begitu keras membuatku bertekad akan menjaga perusahaan ini sampai anakku besok yang mengurusnya. Tapi sayang, Appa, Eomma dan Sungjin meninggal karna kecelakaan mobil ketika kami pulang berlibur dari pantai. Dan semua alih perusahaan lari ke tangan appa kyuhyun yang tak lain adalah pemilik 35% bagian perusahaan, ditambah lagi usiaku saat itu baru menginjak 16 tahun belum cukup umur untuk memimpin perusahaan yang sedang di ambang maut(??). Yah dan semenjak itulah aku mulai hidup bersama keluarga cho, mereka tentu saja baik padaku. Hanya saja walaupun aku sering dilimpahkan kebahagiaan dari keluarga itu aku masih merindukan keluargaku yang dulu. Keluarga kandungku.

Dddrrrtt… dddrrrttt…

Aku tersadar dari lamunanku, ku lihat ponsel ku bergetar dan melihat Kyuhyun memanggilku .

“Yoboseyo”

“…..”

“hemmm, ne baiklah aku akan pulang sekarang”

Aku mematikan sambungan telepon dari Kyuhyun. Aku baru sadar aku tertidur di sofa diruanganku dan bermimpi kenangan lama saat bersama keluargaku dulu. Saat ini waktu menunjukkan hampir pukul 9. Kalau saja Kyuhyun tidak menelponku bisa-bisa aku menginap dikantor malam ini.

>>>>>>

Author POV

Keesokan harinya,

@Sky Ent, 09.00 AM.

Ruangan Audisi tempat diadakannya pemilihan model dan artis2 di perusahaan itu sekarang sudah di penuhi dengan calon-calon peserta, ada yang sedang melatih suaranya, mengasah (?) bakat aktingnya, serta ada juga yang sibuk memperbaiki penampilannya, temasuk yeojha yang bernama Shin Hana. Entah untuk yang keberapa kalinya Hana kembali ke Toilet dan melihat penampilannya yang bisa dibilang manis. Dress Putih dengan lengan panjang warna hitam ditambah aksen pita hitam di bagian pinggulnya membuat Hana terlihat begitu menawan dengan rambutnya yang dibiarkan tergerai.

“aigoo~, kenapa aku segugup ini, perasaan aku sudah biasa ikut dalam pemilihan seperti ini kenapa kali ini aku sangat gugup” guman Hana saat menatap bayangannya sendiri di cermin Toilet di Perusahaan Sky Entertaiment.

“Baiklah  Shin Hana, kuatkan hatimu, apapun yang terjadi tetap semangat” katanya bicara sendiri lagi, “Fighting!!” Hana menggengam tangan dan mengangkatnya di depan wajahnya dan lagi-lagi sedikit menata ulang rambutnya  yang terlihat kusut sambil berjalan keluar toilet.

Bbruuuk…

“Mian,Mianhamnida aku benar-benar tidak sengaja” jelas Hana seraya membungkukkan badannya tanpa berani melihat sosok namjha yang baru saja di tabraknya di depan toilet. Namjha itu tak lain adalah Sungmin/ Ternyata namjha itu adalah Sungmin.

Tingkah Hana yang seperti itu membuat Sungmin hanya tersenyum lucu melihat Hana yang sangat ketakutan itu dan tidak berani menatapnya.

“hemm..gwenchanseumnida” ujar Sungmin menahan ketawanya lalu pergi berlalu meninggalkan Hana yang masih dengan posisinya yang membungkuk 90 derajat.

>>>>

“Oke girls, come on kita ngumpul semua disini” seorang namjha abal-abal(??) memanggil para calon model yang berada di ruangan itu untuk membentuk sebuah lingkaran besar di dalam ruangan itu, “ok setelah kami pertimbangkan kami akan menginterview masing-masing dari kalian, so harap yang namanya di panggil datang masuk ke ruangan sana OKEY” ucap namjha abal-abal(??) itu lagi dengan gaya gemulainya.

“Shin Hana” panggil namjha abal-abal(??) itu.

Hana datang menghampiri namjha abal2 itu yang menatapnya dengan tatapan aneh(??).

“kau Shin Hana?” tanyanya memastikan dan dijawab anggukan kecil oleh Hana, “hemm..lumayan, ayo masuk!” ajak namjha abal2 (?) itu.

Hanapun masuk kedalam ruangan audisi itu, Hana berusaha mengotrol dirinya saat dia mulai duduk di hadapan 3 orang yang sepertinya akan menilai bakatnya, di ujung kanannya ada seorang pria yang sudah berumur dengan kacamata yang sedikit tebal, lalu di tengah-tengah adalah seorang ajhumma yang wajahnya sedikit sangar (?), sekilas Hana menelan air liurnya dengan susah payah ketika menatap mata ajhumma itu, sepertinya ajhumma itu memiliki jabatan paling besar dari ketinganya, sedangkan yang ada di ujung kiri hana adalah namjha yang kemarin mengunjunginya dan memberikannya kartu nama, ya Park Jung Soo atau yang biasa di panggil Leeteuk, dia terlihat sedang sibuk membaca berkas-berkas yang baru saja di berikan oleh namjha abal2(?) itu, sepertinya itu adalah profil Hana. Dan wawancarapun di mulai.

09.30 AM

Hana keluar dari ruangan seleksi sambil menghembuskan nafas lelah, duduk di sebuah sofa yang terletak tidak jauh dari tempatnya sekarang berdiri, memilih untuk meregangkan urat-urat lehernya yang sudah  begitu kaku akibat dihujani ribuan pertanyaan yang sepenuhnya sangat diluar dari tema sebuah audisi modeling. Perhatiannya baru teralih saat pintu ruang audisi yang baru beberapa menit menjadi simbol kebebasannya dari ruang audsi terbuka, menampakkan sosok Leeteuk keluar melemparkan seulas senyum ke arahnya. Sedikit memaksakan diri, Hana membalas senyuman leeteuk, menyadari pemuda itu hendak menghampirinya.

“aku tidak menyangka kau sangat mahir dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang di berikan oleh nyonya Im Soo ha tadi, ternyata kau memang bukan yeojha biasa.” Ujar leeteuk santai, Hana tertawa renyah.

“kau tahu? Aku hampir mati kutu saat di tanya dalam bahasa Prancis, aish! Apakah perusahaan kalian ini memang mengharuskan setiap artis dan modelnya untuk menguasai berbagai bahasa asing? Itu terlalu sulit.” Ujar Hana sambil menekuk mukanya, leeteuk tertawa.

“aniyo~ walaupun perusahaan kami memang sering menugaskan model dan artisnya keluar negeri tapi kami tidak menuntut semuanya harus bisa semua bahasa asing, cukup mengusai bahasa inggris, mandarin dan jepang saja itu lebih dari cukup, nyonya Im hanya ingin mengetes kesabaranmu saja.” Jelas leeteuk.

“kesabaran?”

“ne~, banyak model yang cepat emosi kan? Dan nyonya Im sangat tidak menyukai itu, tadi dia terlihat sangat menikmati setiap jawaban yang kau berikan, dan seperti dugaanku dia menyukaimu, walau bagaimanapun kau diterima disini berkat usahamu sendirikan? Chukahamnida.” Ujar leeteuk sambil mengelurkan tangannya, hana membalas uluran tangan leeteuk.

“Khamsahamnida.” Ujar hana.

“oh iya, tadi aku sempat baca biodatamu kalau kau tinggal bersama temanmu itu ya?” tanya leeteuk hati-hati.

“ne~, sejak tamat kuliah aku tinggal di rumah In Joo, aku kabur dari rumah karna appa dan eomma melarangku untuk menjadi model, padahal menjadi model adalah impianku, mereka bilang aku tidak akan sukses dalam melakukan pekerjaan ini, makanya aku meminta In Joo untuk menampungku, waeyo? apa latar belakang kehidupanku terlalu miris?” ujar hana sambil tersenyum hambar,

“kau memang yeojha yang menarik, seorang putri dari tuan Shin rela kabur dari rumah dan meninggalkan semua kehidupan mewahnya demi cita-citanya.” Ujar leeteuk, hana menatap leeteuk dengan kaget.

“kau kenal ayahku?”

“hanya orang bodoh yang tidak mengenalnya, seorang ahli fashion seperti dia sangat di puja-puja orang, dan aku yakin ini juga merupakan point di terimanya seorang Shin Hana di perusahaan Sky Entertaiment ini, aku rasa nyonya Im juga mengenal kedua orang tuamu.” Ujar Leeteuk, hana tersenyum lagi,

“ternyata aku memang tidak bisa lepas dengan bantuan appa ya? Kenapa kalian harus memberikan form yang ada nama ayah dan ibu nya sih? kalau tidak ada kan aku tidak ketahuan, hehhehe.” Ujar hana sedikit malu, leeteuk hanya tersenyum dan berfikir sejenak.

“oh iya, tadi tuan han bilang sebaiknya kau tidak tinggal di tempat temanmu lagi, nanti kau akan merepotkan mereka saja, jadwalmu akan sangat padat, mm.. lebih baik kau pindah ketempat yang telah kami pilihkan, bagaimana?” ujar leeteuk, hana terlihat bingung.

“tempat yang kalian pilihkan?” tanya hana.

“ne~ tuan han dan nyonya im berencana memberikan tempat tinggal untukmu, tapi kami tidak bisa menyediakannya dengan cepat, kebetulan ada tempat tinggal yang jarang ditempati, pemiliknya hanya sesekali berkunjung kesana, untuk sementara kau tinggal disana saja, nanti sore kami bantu mengemasi barang-barangmu, ok!” ujar leeteuk, hana masih bingung, dia tidak tahu harus senang atau sedih mendengar berita itu,

“nona shin? Kau mendengarku?” panggil leeteuk sambil mengibas-ngibaskan tangannya ke depan hana, hana yang seperti tersadar dari lamunannyapun menatap kearah leeteuk.

“apa tidak sedikit berlebihan?” tanya hana khawatir, bagaimanapun perusahaan ini terlalu baik padanya.

“aniyo~ anggap saja ini sebagai pesangon (?) karna kau sudah mau bergabung dengan perusahaan ini, oke!” ujar leeteuk sambil tersenyum, hana yang terlihat sedikit ragu kini berubah mantap, dia akhirnya menyetujui semua perintah leeteuk, bagaimanapun juga hana tidak ingin terus bergantung dan menyusahkan in joo.

“baiklah, kau boleh pulang sekarang, nanti aku akan menghubungimu lagi.” ujar leeteuk sambil berdiri dari duduknya, hana ikut berdiri dan membungkukkan badannya sebagi tanda hormat.

“jhongmal khamsahamnida leeteuk ssi.” Ujar hana. leeteuk mengangguk dan tersenyum.

“hyung!” panggil seseorang yang membuat hana dan leeteuk menoleh secara bersamaan kearah sumber suara.

“sungmin-ah~” ujar leeteuk sambil melambaikan tangannya, sungmin berjalan mendekati hana dan leeteuk.

“aku dengar dari tuan Han kalau hyung sudah mendapatkan model baru.” Ujar sungmin, leeteuk tersenyum.

“ne~.”

“lalu dimana dia?” tanya sungmin.

“ini dia, namanya Shin Hana, Hana ssi, kenalkan dia kepala manajer di perusahaan ini, namanya Lee Sungmin.” Hana mengulurkan tangannya untuk berjabatan namun sungmin malah menatap hana bingung.

“Kau..” sungmin menunjuk ke arah hana sambil mengingat-ingat sesuatu, hana juga balik memandang sungmin bingung,

“apa anda mengenalku?” tanya hana.

“bukankah kau yeojha yang menabrakku di toilet tadi?” ujar sungmin memastikan, hana terlihat mengingat2 kejadian sebelumnya dan tiba2 raut mukanya berubah.

“oh ne, jwosonghamnida.” Ujar hana membungkukkan badannya, leeteuk menatap keduanya bergantian.

“waeyo? apa kalian sudah saling kenal?” tanya leeteuk.

“aniyo~ tadi kami hanya sempat bertemu di depan toilet.” Ujar sungmin, leeteuk menganggukkan kepalanya, kemudian dia melirik jam tangannya.

“ah! Mianhae, sepertinya aku harus pergi, kalian mengobrol saja dulu.” Ujar leeteuk, sungmin dan hana hanya tersenyum sementara leeteuk pergi meninggalkan mereka.

Susana hening beberapa saat, hana hanya bisa mengutuk dirinya sendiri karna saat itu matanya khilaf (?) sehingga menabrak orang penting yang sedang menatapnya.

“lalu, kau merasa menyesal telah menabrakku?” ujar sungmin sambil tersenyum aneh, hana menundukkan kepalanya malu kemudian menganggukan kepalanya.

“mm.. aku tidak marah padamu, tapi jika kau merasa bersalah dan ingin minta maaf aku terima.” Ujar sungmin, hana mendongakkan kepalanya sedikit kaget.

“apa yang harus ku lakukan?” tanya hana yang sepertinya bisa membaca pikiran sungmin, sungmin tersenyum.

“karna aku tidak ada waktu sekarang bagaimana kalau besok pagi kau mentraktirku sarapan di kantin, dan setelah itu aku akan memaafkanmu, otthe?” ujar sungmin.

“nde?” tanya hana tak percaya, bagaimana mungkin seorang yang sangat berperan penting di perusahaan ini hanya meminta traktir sarapan kepada bawahannya?

“aku akan menunggumu di depan kantin jam 7 pagi, ok!” ujar sungmin sambil menepuk pundak hana ringan lalu berjalan menjauhi hana dengan tangan di masukan ke saku celananya.

“sungmin ssi! Chakamanyo~!” teriak hana, namun sungmin tidak kunjung menghentikan langkahnya, ini lebih terlihat seperti pemaksaan, hana hanya bisa mendecak kesal melihat sungmin yang menghilang di balik tembok.

>>>>

05.00 PM

Hana membuka pintu akses menuju beranda di apartement barunya itu, angin sore berhembus menerpa wajahnya.

“kau suka tempatnya?” tanya leeteuk yang berada di belakang hana, hana membalikkan badannya dan tersenyum.

“aku tidak menyangka ada apartement yang bagus dan nyaman di tempat yang strategis seperti ini.” Ujar hana.

“ya~ apartement ini memang jauh dari suasana kota yang menyesakkan karna itu pemiliknya sangat suka dengan suasana yang seperti ini.” Jelas leeteuk, hana masuk dan duduk di sebuah sofa putih yang ada di ruangan tengah apartement itu.

“apa pemiliknya sudah tahu kalau aku akan tinggal disini?” tanya hana meyakinkan.

“ne~ aku akan memberitahunya nanti, kau beristirahat saja dulu, besok adalah hari pertamamu bekerja, bersemangatlah.” Ujar leeteuk, hana tersenyum. Dia tidak menyangka akan dekat dan nyaman saat berada dengan namjha ini, bagi hana leeteuk adalah calon kakak masa depan yang sangat perfect.

“ne~ gumawo leeteuk ssi.” Ujar hana sambil membukukkan badannya,

“oh ya, aku rasa lebih baik kau memanggilku oppa saja, ini bukan di kantor dan panggilan oppa akan terdengar lebih nyaman, anggap saja aku adalah oppamu sendiri.” Ujar leeteuk, hana tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

“ne oppa.” Ujar hana.

“baiklah, aku pergi dulu.” Ujar leeteuk sambil berjalan keluar.

Begitu leeteuk pergi hana membaringkan tubuhnya dan menatap langit-langit apartement barunya itu. dia sudah memutuskan untuk memulai semuanya dari awal, dia tidak ingin membuat kedua orang tuanya khawatir lagi dan membuktikan kepada appanya bahwa dengan statusnya sebagai seorang model dia bisa sukses. Hana menghirup nafas dalam-dalam dan menghembuskannya.

Hana berjalan kearah kamar mandi dan mengambil kain pel, dia memutuskan untuk membersihkan apartement ini sebelum jam makan malam, sesekali terlintas dipikiran hana tentang pemilik apartement ini, sebenarnya orang seperti apa yang mendiami tempat ini sebelumnya?

Hana POV

Aku merebahkan badanku diatas ranjang yang lumayan besar, di sebelah kanan kamar ada meja belajar yang sedikit berantakan dan beberapa alat elektronik seperti i-pad dan PSP berserakan (?) diatas meja itu, sepertinya pemilik apartement ini bukan tipe yang rapi dan menjunjung tinggi (?) kebersihan, aku menghela nafasku sedikit kesal, aku rasa aku akan membersihkan benda-benda luar angkasa (?) yang terdampar di kamar ini besok, badanku sungguh lelah dan aku tidak ingin tampil buruk di hari pertama aku bekerja besok, akupun memlih memejamkan mataku dan menarik selimutmu hingga kekepala, semoga besok menjadi hari yang menyenangkan..

Kyuhyun POV

Tit!

Setelah kode yang ku tekan di pintu apertementku benar akupun mulai bergegas masuk keapartementku tercinta ini(?), tempat ini adalah satu-satunya markas pribadi Cho Kyuhyun yang jauh dari segala aturan-aturan yang dapat membuat kepalaku pecah.

Aku berjalan kearah sofa dan merebahkan badanku disana, aku selalu melakukan ini sebelum aku benar2 tidur, aku suka memandang langit-langit apartementku, apa mungkin aku gila? Ya mungkin saja.

Aku merasa ada sesuatu yang janggal di sini, tapi aku tidak tahu pasti apa, hanya saja aku merasa suasana di apartement ini sedikit berbeda.

“argh!” aku mengerang saat otakku kembali mengingat kejadian tadi kemarin siang, aish! Kenapa aku mau saja disuruh sungmin hyung untuk mengajak yeojha itu menonton drama musikal hah? Gara-gara hal ini aku tidak tahu harus diletakkan dimana mukaku, saat menonton drama musikal itu aku kepergok sedang tertidur sambil mengeluarkan beberapa tetes air liur di samping mulutku, aigoo~ pasti dia akan ilfeel melihatku, sebenarnya aku tidak peduli sih bagaimana pandangannya terhadapku, tapi eomma? Aish! Pasti dia akan memarahiku, dia pasti akan berceramah tentang etika seorang calon penerus perusahaan yang baik dan benar di tambah lagi dia pasti akan mengancam akan menjual kameraku dan menggilas (?) I-pad dan PSPku,, aku benar2 frustasi, dan aku yakin bermalam disini akan lebih baik.

Tiba-tiba terlitas bayangan seorang yeojha dengan gaun hijau lembutnya sedang marah-marah padaku,, dia.. aku tidak menyangka bisa bertemu dengannya secepat ini, dan dia jauh lebih menarik di bandingkan dugaanku, tapi kenapa dia ada di pameranku saat itu?

Aku bangun dari tidurku dan melangkah ke dapur, aku berjalan kearah kulkas dan membukanya. Aku sedikit kaget karna banyak makanan disini,

“apa leeteuk hyung berbelanja sore ini?” gumamku pelan dan bingung, aku hanya mendesah dan mengambil 2 botol soju dari dalam kulkas, aku membawa 2 botol soju dan beberapa potong cumi-cumi kering yang ada di dalam kulkas ke ruang tengah, aku menghabiskan semuanya dalam beberapa menit, ternyata kemampuanku minum masih cukup hebat.

Aku merasakan kepalaku pusing dan tubuhku memanas, aish! Pasti aku mulai mabuk, padahal aku sudah senang tidak akan mabuk gara-gara hanya minum 2 botol soju, ternyata efeknya berjalan lama. Aku memegang kepalaku dan mencoba berdiri, aku berjalan sedikit sempoyongan ke kamarku, kamarku gelap, saat aku ingin menghidupkan saklar lampu aku pun menghentikan gerakan tanganku,’ aku rasa gelap lebih baik’ batinku, dan aku berjalan kearah tempat tidur.

Aku merebahkan tubuhku di tempat tidur, nyaman dan tak lama kemudian aku memejamkan mataku dan semuanya menjadi gelap.

Author POV

Hana menggeliat saat sinar matahari menembus masuk melewati gorden krem yang ada di kamar itu, hana merasakan badannya tertindih sesuatu dan wajahnya terasa di hembus oleh sesuatu, hana menyadari hal itu namun dia masih enggan untuk membuka matanya, hana mulai curiga dan meraba sesuatu yang terasa berat di pinggangnya, hana sedikit heran dengan sesuatu yang panjang (?), lumayan keras dan sedikit berurat (?),

Hana membuka matanya perlahan sambil menahan nafasnya, dan..

“AAAAARRRGGGGGHHH……………………………………….”

TBC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: